Pertamina Jual Elpiji 'Premium'

Pertamina Jual Elpiji 'Premium'

- detikFinance
Senin, 30 Agu 2010 12:04 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) telah meluncurkan dua produk elpiji non subsidi baru yaitu elpiji ukuran 9 kilogram dan 14 Kg. Dua produk baru ini merupakan jenis yang 'premium' karena harganya lebih mahal, namun dengan jaminan pelayanan yang lebih optimal.

"Kedua produk elpiji ini sudah diluncurkan bulan lalu. Sekarang baru dijual di wilayah Jabodetabek saja," ujar Vice President Corporate Communi cation Pertamina Mochamad Harun saat dihubungi detikFinance, Senin (30/8/2010).

Selain perbedaan ukuran dan warna, Harun menyatakan, harga kedua tabung itu lebih mahal dibanding elpiji 3 Kg maupun 12 Kg karena tidak disubsidi oleh pemerintah dan Pertamina.  Untuk tabung ukuran 14 Kg, Pertamina menjual dengan harga Rp 110.000 per tabung, sementara untuk ukuran 9 Kg sekitar Rp 70.000 per tabung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau elpiji yang 3 Kg kan itu disubsidi pemerintah, sedangkan yang 12 Kg itu kan Pertamina masih subsidi sekitar Rp 3,2 triliun setahun. Nah kalau yang ini kami jual dengan harga pasar," katanya.

Meski lebih mahal, namun Pertamina berjanji akan memberikan layanan khusus kepada para konsumen pengguna kedua tabung itu.Pertamina menyiapkan fasilitas antar jemput untuk pemesanan maupun pengisian tabung-tabung tersebut.

Selain itu, kedua tabung  ini juga di-design khusus untuk menjamin keamanan pemiliknya. Di mana setiap tabung memiliki dua katup  pengaman di bagian atas dan  bawah.

Kelebihan lainnya,  calon pelanggan juga tidak perlu membeli tabung baru karena mereka bisa menukarkan tabung elpiji 12 Kg yang dimilikinya dengan tabung-tabung  tersebut.

"Jadi konsumen hanya membayar isinya," jelasnya.

Harun mengakui, peluncuran dua produk tabung elpiji non subsidi ini dilakukan dalam rangka untuk menurunkan jumlah subsidi elpiji 12 Kg yang digelontorkan perusahaan migas pelat merah itu setiap tahunnya.

"Selain itu, hal ini juga sebagai upaya kami untuk  melayani elpiji kelas premium dengan pelayanan yang jauh lebih baik," jelasnya.

Harun menambahkan, setelah wilayah Jabodetabek, rencananya tabung-tabung ini juga akan dijual ke wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

"Untuk tahap awal ke kota-kota besar seperti Bandung, Semarang, Yogya, dan Surabaya dulu, baru nanti ke kota-kota lainnya," tambahnya.
(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads