Salah satu penjual daging/paha kodok di Pasar Tradisional Mandiri Kelapa Gading Nurfadilah alias Dileh mengatakan semenjak bulan puasa dan mendekati lebaran penjualannya terus melorot. Padahal di hari biasa ia mampu menjual 300-an daging kodok per hari.
"Kalau sekarang paling-paling 200 kodok, itu sudah bagus," katanya kepada detikFinance, di Pasar Mandiri, Jakarta, Senin (30/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan biasa beli kodok itu orang China, kalau orang kita nggak," katanya.
Dileh yang merupakan bandar kodok di Kampungnya Penggilingan Tengah, Babelan, Bekasi sudah lama menggeluti bisnis kodok. Ia menjual kodok mulai dari harga Rp 500-2500 per potong, semakin besar ukurannya makin mahal harganya.
Selama ini kata dia suplai kodok sawah dari Bekasi dan Karawang sangat mencukupi. Kodok-kodok ini biasanya dibeli oleh restauran, maupun konsumen pribadi untuk masakan goreng mentega, taucho, kuah kodok, dan lain-lain.
"Kalau terang bulan agak susah, kodok nggak ada yang keluar," ujarnya.
Ia menambahkan selain menyediakan kodok sawah, ia juga menjual kodok sakon, biasanya jenis kodok ini bisa dimakan kulitnya. Dileh juga tidak tahu menahu soal isu pelarangan cara pemotongan kodok yang diberlakukan di luar negeri (Eropa) yang mengedepankan cara memotong yang tak sadis.
"Kalau saya sih motong biasa aja, langsung saya potong di sini," katanya.
(hen/dnl)











































