"Alat-alatnya memang sudah cukup aus (lama) dan ada faktor human error, peralatan dan sistem. Juga sanksi akan jadi pertimbangan, kita akan evaluasi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/8/2010).
Ia mengatakan, pemerintah belum akan mencopot Direksi AP II dari jabatannya meskipun berbagai kejadian telah menimpa Bandara Soekarno-Hatta itu dalam waktu yang berdekatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Besok akan kami rapatkan dengan Menko tentang sistem radar ini. Kita juga undang AP I dan II. supaya kita semua waspada dan tidak ada fungsi-fungsi terganggu," ujarnya.
Kemarin, Radar Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang bermasalah itu menimbulkan sejumlah gangguan penerbangan. Sebanyak 9 pesawat berputar-putar di udara hingga radar berhasil diperbaiki pada pukul 09.32 WIB.
Kementerian Perhubungan juga mengaku akan segera mengganti dengan sistem radar yang baru. Biayanya diperkirakan sebanyak Rp 700-900 miliar.
(ang/dnl)











































