Radar Mati, Menteri BUMN Akui Peralatan Bandara Sudah Usang

Radar Mati, Menteri BUMN Akui Peralatan Bandara Sudah Usang

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 30 Agu 2010 15:14 WIB
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengakui sarana dan prasarana Bandara Soekarno-Hatta sudah usang. Terkait dengan matinya radar di bandara internasional tersebut, pemerintah akan kembali mengevaluasi jajaran Direksi PT Angkasa Pura II.

"Alat-alatnya memang sudah cukup aus (lama) dan ada faktor human error, peralatan dan sistem. Juga sanksi akan jadi pertimbangan, kita akan evaluasi," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (30/8/2010).

Ia mengatakan, pemerintah belum akan mencopot Direksi AP II dari jabatannya meskipun berbagai kejadian telah menimpa Bandara Soekarno-Hatta itu dalam waktu yang berdekatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum radar mati, beberapa minggu sebelumnya listrik di bandara tersebut juga mati karena arus pendek di bawah landasan pacu.

"Besok akan kami rapatkan dengan Menko tentang sistem radar ini. Kita juga undang AP I dan II. supaya kita semua waspada dan tidak ada fungsi-fungsi terganggu," ujarnya.

Kemarin, Radar Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang bermasalah itu menimbulkan sejumlah gangguan penerbangan. Sebanyak 9 pesawat berputar-putar di udara hingga radar berhasil diperbaiki pada pukul 09.32 WIB.

Kementerian Perhubungan juga mengaku akan segera mengganti dengan sistem radar yang baru. Biayanya diperkirakan sebanyak Rp 700-900 miliar.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads