"Tambahan produksi 4.200 bph itu akan diperoleh melalui percepatan pelaksanaan program kegiatan produksi, pengembangan lapangan dan pemeliharaan fasilitas secara integral," ujar General Manager PHE ONWJ, I Tenny Wibowo di Hotel Mulia, Jakarta, Senin malam (30/8/2010).
Selain akan melaksanakan pengembangan lapangan APN E/F, pada tahun depan PHE ONWJ juga akan mengebor 10 sumur sisipan dan sumur pengembangan, 15 sumur work over, penggantian pipa, memperbaiki sistem kontrol kompresor bravo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga hari ini, rata-rata produksi aktual ONWJ 26.800 bph dan 215 BBTUD (setara dengan 25 standar juta kaki kubik atau mmscfd). Realisasi produksi minyak itu lebih tinggi dari target yang ditetapkan dalam rencana kerja 2010 yang menetapkan produksi minyak 25.300 bph.
"Kami juga telah mencapai target yang ditetapkan dalam rencana kerja 2010 sebesar 26.800 bph," ungkapnya.
Sementara untuk produksi gas sama dengan rencana kerjanya. Di mana sejak produksi gas perdana mengalir pada 1993, hingga kini tercatat seluruh produksi gas blok ONWJ dipasok untuk kebutuhan dalam negeri yaitu PT PLN, PT PGN, PT Pupuk Kujang, dan ke depannya Kilang Balongan.
Rencananya dalam waktu dekat PHE ONWJ akan menandatangani gas sales and purchase agreement (GSPA) untuk pasokan ke kilang Balongan.
"Penjualan tambahan ke Pupuk Kujang juga masih dalam pembahasan. Tambahan pasokan itu berasal dari produksi gas Tranche-4," katanya.
Anak usaha Pertamina ini telah membor 8 sumur sisipan dan 6 sumur work over hingga Agustus 2010. Hingga akhir tahun nanti akan dibor lagi 3 sumur sisipan tambahan.
(epi/qom)











































