Tuntaskan Konversi Elpiji 3 Kg, Pertamina Minta Rp 992 Miliar

Tuntaskan Konversi Elpiji 3 Kg, Pertamina Minta Rp 992 Miliar

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2010 07:58 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) berniat meneruskan program konversi elpiji di tengah banyaknya kasus ledakan yang memakan korban. Untuk itu, Pertamina meminta anggaran sebesar Rp 992,58 miliar dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2011 untuk menuntaskan program konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilogram (Kg) tahun depan.

Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, pada tahun 2011 harus diteruskan pendistribusianΒ  3.611.566 paket perdana elpiji 3 Kg di tujuh provinsi yang pada tahun 2010 tidak distribusikan.

"Diharapkan jumlah paket tersebut untuk dapat dianggarkan pada RAPBN 2011 dengan nilai anggaran Rp 922,58 miliar," ujar Karen dalam paparan tertulisnya yang dikutip detikFinance, Selasa (31/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencananya sekitar 3.611.566 paket perdana elpiji 3 Kg akan distribusikan sebanyak 987.533 paket ke Sumatera Barat, 344.868 paket ke wilayah Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat (NTB) sekitar 255.748 paket, Kalimantan Selatan sebanyak 364.067 paket, Kalimantan Tengah sekitar 465.982 paket elpiji perdana, Sulawesi teggara 542.712 paket dan sulawesi Utara 650.656 paket.

Dalam rangka kesinambungan program konversi minyak tanah ke elpiji, volume elpiji yang dibutuhkan untuk isi ulang tabung elpiji 3 kg pada tahun 2011 sebesar 3,52 juta metric ton satara dengan 7,83 juta KL minyak tanah.

Sementara untuk subsidi bahan bakar nabati yang dicampurkan ke BBM tertentu diusulkan sebesar Rp 2000-2500 per liter, apabila harga indeks pasar BBN lbh tinggi dari harga indeks pasar BBN.

Untuk tahun 2011 diperkiakan volume BBN bersubsidi sebesa 982.678 KL (5 persen untuk biodiesel/fame 730.780 KL dan 1% untuk bioethanol 251.898 KL.

Pertamina juga memperkirakan adanya peningkatan kuota BBM bersubdisi dalam RAPBN pada tahun 2011Β  menjadi 36,7 juta KL dari sebelumnya 36,5 juta KL yang dipatok dalam APBN-P 2010.

Jika tidak dilakukan upaya-upaya untuk mengontrol pemakaian BBM bersubsidi, maka diperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan melonjak menjadi 42,5 juta kiloliter (KL) pada tahun 2011.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads