Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan mengatakan, pada tahun 2011 harus diteruskan pendistribusianΒ 3.611.566 paket perdana elpiji 3 Kg di tujuh provinsi yang pada tahun 2010 tidak distribusikan.
"Diharapkan jumlah paket tersebut untuk dapat dianggarkan pada RAPBN 2011 dengan nilai anggaran Rp 922,58 miliar," ujar Karen dalam paparan tertulisnya yang dikutip detikFinance, Selasa (31/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rangka kesinambungan program konversi minyak tanah ke elpiji, volume elpiji yang dibutuhkan untuk isi ulang tabung elpiji 3 kg pada tahun 2011 sebesar 3,52 juta metric ton satara dengan 7,83 juta KL minyak tanah.
Sementara untuk subsidi bahan bakar nabati yang dicampurkan ke BBM tertentu diusulkan sebesar Rp 2000-2500 per liter, apabila harga indeks pasar BBN lbh tinggi dari harga indeks pasar BBN.
Untuk tahun 2011 diperkiakan volume BBN bersubsidi sebesa 982.678 KL (5 persen untuk biodiesel/fame 730.780 KL dan 1% untuk bioethanol 251.898 KL.
Pertamina juga memperkirakan adanya peningkatan kuota BBM bersubdisi dalam RAPBN pada tahun 2011Β menjadi 36,7 juta KL dari sebelumnya 36,5 juta KL yang dipatok dalam APBN-P 2010.
Jika tidak dilakukan upaya-upaya untuk mengontrol pemakaian BBM bersubsidi, maka diperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi akan melonjak menjadi 42,5 juta kiloliter (KL) pada tahun 2011.
(epi/qom)










































