Mentan: Pasokan Berlimpah, Pedagang Mainkan Harga Beras

Mentan: Pasokan Berlimpah, Pedagang Mainkan Harga Beras

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2010 10:35 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai meningkatnya harga beras di pasaran terjadi karena banyaknya pasokan atau stok di pasar. Hal tersebut membuat para pedagang berani mempermainkan harga.

Menteri Pertanian Suswono mengatakan stok beras di Bulog ditargetkan masih surplus sebesar 5,6 juta ton di akhir tahun 2010.

"Yang 1,4 juta ton di Bulog ini sesungguhnya dari sisi produksi (surplus), hitungan dari daerah itu di akhir tahun masih surplus mencapai 5,6 juta ton," ujarnya usai Rakor Stabilisasi Harga Pangan di Gedung Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/08/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suswono mencontohkan, stok beras di pasar induk Cipinang saja bisa dibilang cukup banyak. "Jika pada normalnya saja mencapai 2.000 ton maka sekarang mencapai 3.000 ton bahkan 4.000 ton per hari. Jadi tidak ada masalah dari sisi produksinya," ungkap Suswono.

Nah, Suswono mengatakan, jika stok terus meningkat maka ada kecenderungan permainan harga. "Kalau meningkat terus maka pedagang ini berani untuk memainkan harga," tambahnya.

Namun, sambung Suswono, masalah tingginya harga beras pada dasarnya merupakan faktor psikologis saja menjelang lebaran. "Nanti kemungkinan setelah Ramadhan akan turun," kata Suswono.

Di tempat yang sama Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menampik jika ada permainan yang dilakukan para pedagang beras. Pasalnya pasar beras saat ini persaingannya sangat tinggi.

"Kita melihat dulu, saya rasa pasar beras persaingannya tinggi. Saya rasa bukan karena ada permainan harga beras," tuturnya.

Namun Mari mengakui, harga beras saat ini masih tergolong tinggi. "Memang beras dan daging yang masih tinggi namun kan harga cabai sudah turun," katanya.

Menurut Mari, tingginya harga beras dan daging dikarenakan adanya keterlambatan panen dan musim hujan yang panjang.

"Namun masih dipelajari lagi polanya, pada intinya kita terus optimalkan pengadaan beras. Kementerian Pertanian juga akan mempercepat tanam sehingga ada antisipasi," ungkap Mari.

Lebih lanjut Mari mengatakan saat ini harga beras standar harga medium mencapai Rp 8.000 per liter. "Dan yang termurah itu sekitar Rp 6.500 per liter," tambahnya.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads