Elpiji 'Premium' Pertamina Bisa Picu Pengoplosan

Elpiji 'Premium' Pertamina Bisa Picu Pengoplosan

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2010 11:43 WIB
Elpiji Premium Pertamina Bisa Picu Pengoplosan
Jakarta - Penjualan elpiji 'premium' Pertamina dikhawatirkan memicu peningkatan kecurangan berupa pengoplosan yang bisa berbuntut pada tingginya kasus ledakan.

Hal ini dikarenakan adanya perbedaan harga yang tinggi antara elpiji 'premium' dan elpiji biasa baik tabung 3 kg maupun 12 kg.

"Harganya kan lebih mahal sehingga justru ini menimbulkan disparitas harga antara elpiji 3 Kg dan 12 Kg.  Masalah yang satu belum, ini sudah tambah masalah baru," ujar Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute, Priagung Rakhmanto saat dihubungi detikFinance, Selasa (31/8/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Priagung menjelaskan, elpiji 'premium' Pertamina ini dijual sesuai keekonomian tanpa subsidi yakni sekitar Rp 7.800- Rp 7.900 per Kg. Sedangkan elpiji 3 Kg saat ini dijual dengan harga Rp 5.850 per Kg atau lebih murah sekitar 1.950-2.050 per Kg. Sedangkan elpiji 12 Kg dijual Rp 1.600 lebih mahal dibandingkan elpiji 3 Kg.

Perbedaan harga ini dikhawatirkan akan membuka peluang peningkatan kegiatan pengoplosan.

"Jadi nanti yang dioplos tidak hanya elpiji 3 Kg saja yang dioplos, tapi 12 Kg juga dioplos ke elpiji premium," katanya.

Dengan belum selesainya masalah disparitas harga antara elpiji 3 Kg dan 12 Kg, seharusnya Pertamina tidak meluncurkan kedua produk premium ini. Kecuali, Pertamina dapat menjamin  penjualan kedua produk baru ini tidak akan memicu pengoplosan.

"Bukannya Pertamina bilang salah satu penyebab ledakan elpiji adalah adanya pengoplosan yang disebabkan disparitas harga. Sekarang saya malah jadi bertanya, sebenarnya ini penyebab utama ledakan itu karena pengoplosan yang dipicu disparitas harga atau apa? Kok malah meluncurkan produk yang disparitasnya harganya tambah besar?" paparnya.

(epi/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads