Pertamina Jamin Elpiji 'Premium' Aman dan Bebas Pengoplosan

Pertamina Jamin Elpiji 'Premium' Aman dan Bebas Pengoplosan

- detikFinance
Selasa, 31 Agu 2010 12:24 WIB
Pertamina Jamin Elpiji Premium Aman dan Bebas Pengoplosan
Jakarta - PT Pertamina (Persero) menjamin kedua produk elpiji 'premium' yang dijualnya Jauh lebih aman dan bebas dari pengoplosan. Tabung elpiji 'premium' didesain sangat aman. Tabung yang lainnya?

"Kedua tabung Ease Gas ini lebih aman karena memiliki dua katup yang berada di atas dan di bawah tabung," ujar Vice President Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (31/8/2010).

Dengan memiliki dua katup, lanjut dia, maka jika ada salah satu katup yang bocor maka akan dikunci oleh katup lainnya sehingga gas tidak akan keluar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begitupun kalau selang dan regulatornya bermasalah, dia akan mengunci," jelasnya.

Harun juga menjamin elpiji 'premium' ini bebas pengoplosan meskipun harganya jauh lebih mahal dari elpiji ukuran 3 Kg dan 12 Kg. Ini dikarenakan elpiji 'premium' menerapkan sistem distribusi tertutup oleh anak usaha Pertamina yaitu Patra
Trading.

"Kami tidak menggunakan agen dalam menjual Ease Gas ini. Ini close system dan hanya dijual melalui Patra Trading. Jadi dijamin tidak ada pengoplosan karena baik pembelian maupun pengisian itu diantar jemput secara gratis," tambahnya.

Seperti diketahui elpiji 'premium' Pertamina ini dijual sesuai keekonomian tanpa subsidi yakni sekitar Rp 7.800- Rp 7.900 per Kg. Sedangkan elpiji 3 Kg saat ini dijual dengan harga Rp 5.850 per Kg atau lebih murah sekitar 1.950-2.050 per Kg. Sedangkan elpiji 12 Kg dijual Rp 1.600 lebih mahal dibandingkan elpiji 3 Kg.

Untuk tabung elpiji 'premium' ukuran 14 kg, Pertamina menjual dengan harga Rp 110.000 per tabung, sementara untuk ukuran 9 kg sekitar Rp 70.000 per tabung.

Pertamina mengaku menyediakan tukar tabung elpiji ke premium ini. Bagi yang ingin membeli produk ini bisa langsung menghubungi 021-56980607 atau 021 56969241.


(epi/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads