Bahkan sejak meletusnya gunung itu akhir pekan lalu, pasokan sayur-mayur menurun hingga 50% dari kondisi normal. Ini disampaikan oleh F. Purba, salah seorang eksportir sayur yang membuka gudang di Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe, Karo.
"Biasanya kita menampung sayur dari petani mencapai 40 ton per hari, sekarang hanya 20 ton. Itu juga payah karena petani masih takut ke ladang. Dampaknya tidak hanya kebutuhan pasar lokal tetapi juga ekspor," kata Purba, Selasa (31/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menipisnya pasokan sayur dari Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) pasca letusan Gunung Sinabung memicu harga beli di tingkat petani. Bunga kol, buncis, dan wortel misalnya, bila bisanya Rp 2.500 kini Rp 3.500-Rp 4.000 per kilogram.
"Kenaikan harga beli di tingkat petani pasti mempengaruhi harga jual di pasaran," imbuh Purba.
(rul/dnl)










































