"Pembatasan BBM harusnya tahun 2010 harus ada program supaya target yang 36,5 juta KL jangan terlampaui," tegas Agus saat ditemui di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Agus menyampaikan terdapat opsi yang efektif dalam pembatasan BBM tersebut sehingga masih sesuai target. Namun, dia enggan membicarakan lebih lanjut karena merupakan wilayah Kementerian ESDM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus menyatakan pelaksanaan pembatasan tersebut akan dilakukan pada awal September atau Oktober. Agus menilai hal tersebut tidak terlambat. Pasalnya, untuk realisasi sampai saat ini konsumsi BBM subsidi mencapai 21 juta KL.
"Enggak karena sekarang penggunaannya sudah 21 juta KL kalau nanti ada penyesuaian pembatasan itu akan mencapai 36,5 juta KL dari kami Kementerian Keuangan sangat mengharapkan agar pembatasan itu segera dilakukan sehingga kita semua sesuai dengan anggaran dan kita benar-benar telah mengingatkan sesama Kementerian di Pemerintah Pusat untuk sama-sama menjaga itu," tandasnya.
Sebelumnya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi selama tahun 2010 akan mencapai 38,6 juta KL atau melampaui kuota APBN Perubahan 2010 yang ditetapkan sebesar 36,5 juta KL.
Kepala BPH Migas, Tubagus Haryono mengatakan, perkiraan konsumsi BBM bersubsidi tersebut berdasarkan realisasi sampai saat ini.
"Kami perkirakan kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan 2010 sebesar 36,5 juta KL bakal terlampaui. Berdasarkan realisasi sampai saat ini, konsumsi 2010 diperkirakan menjadi 38,6 juta KL," katanya.
Sesuai APBN Perubahan 2010, kuota BBM bersubsidi ditetapkan 36,5 juta KL dengan rincian premium 21,45 juta KL, solar 11,194 juta KL, dan minyak tanah 3,8 juta KL.
Sementara, berdasarkan data PT Pertamina (Persero) menunjukkan selama tujuh bulan pertama 2010, penjualan premium mencapai 13 juta KL atau 60,65 persen dari kuota APBN Perubahan sebesar 21,45 juta KL.
Selanjutnya, solar terjual 7,38 juta KL atau 65,92 persen dari kuota 11,194 juta KL, sedangkan volume penjualan minyak tanah tercatat 1,45 juta KL atau 38,15 persen dari kuota 3,8 juta KL.
Dengan demikian, secara total konsumsi BBM subsidi mencapai 21,83 juta KL atau 59,8 persen dari kuota 36,5 juta KL.
Menurut Tubagus, BPH Migas sebelumnya memperkirakan jika tidak terdapat pembatasan, maka konsumsi BBM bersubsidi 2010 bisa membengkak menjadi 40,1 juta KL.
"Namun berdasarkan perkiraan terakhir, konsumsi diperkirakan mencapai 38,6 juta KL," katanya.
(nia/dnl)











































