Demikian disampaikan oleh Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Agus Suryono kepada detikFinance, Selasa (31/8/2010).
"Tim kami sedang melakukan investigasi, dari situ baru akan ditentukan tindakan yang tepat," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami shutdown dulu sementara karena tidak ada penampungnya. Kami akan mencari penampung pengganti agar kegiatan produksi di sana bisa berjalan normal," kata Agus.
Agus belum dapat memastikan kapan FSO pengganti bisa diperoleh pihaknya. "Sedang kami cari dan kami belum bisa pastikan kapan bisa dapat," kata dia.
Seperti diketahui, tangki 5 pada FSO Gagasan Perak dengan kapasitas sekitar 60 ribu barel yang dioperasikan PT Sea Horse meledak pada Sabtu, 28 Agustus 2010 di Perairan Sepanjang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Ledakan terjadi pukul 09.30 WIB dan sempat memicu kebakaran. Namun api segera bisa dipadamkan pukul 11.30 WIB berkat bantuan Anchor Handling Tug Support (AHTS) Era Maritime yang memang standby di lokasi. Akibat kejadian tersebut FSO Gagasan Perak Mengalami kerusakan di buritan kiri kapal.
Saat kejadian FSO Gagasan Perak menampung sekitar 20,000 barel minyak mentah, yang berada dalam tangki 1 dan tangki 2. Sedangkan tangki 5 dalam keadaan kosong.
Saat ini operasi produksi minyak yang ditampung di FSO Gagasan Perak untuk sementara dihentikan. Dalam kondisi normal produksi minyak yang ditampung di FSO Gagasan Perak sebanyak 1.500–1.700 bopd.
(epi/dnl)










































