Demikian disampaikan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Erwin Aksa dalam acara Dialog Nasional Mendorong Daya Saing Nasional,di Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Erwin mencontohkan salah satu bentuk kelemahan kedaulatan ekonomi Indonesia, yaitu masih tingginya produk impor, padahal sejatinya produk impor itu sudah bisa dibuat di dalam negeri seperti produk makanan minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Erwin kondisi ini sungguh memprihatinkan, karena bagaimanapun Indonesia sebagai negara besar, perlu kedaulatan ekonomi.
"Baru-baru ini kita dipermalukan oleh Malaysia. Ini membuktikan kalau negara kita dianggap remeh ekonominya maupun pertahanannya," jelas Erwin.
Sehingga kata Erwin untuk terus meningkatkan kedaulatan ekonomi perlu didorong penciptaan para wirausaha baru dalam rangka berdaya saing. Meski ia mengakui untuk menciptakan wirausaha baru tak mudah.
"Bahwa KUR (kredit usaha rakyat) yang ditargetkan Rp 20 triliun ternyata penyerapannya masih sangat rendah, jauh dari harapan, sulit mencari pelaku usaha yang bisa didanai," katanya.
(hen/qom)











































