Sebelumnya, BPS mencatat kenaikan TDL memberikan kontribusi terhadap inflasi mencapai 0,22%, ternyata realisasinya kontribusi kenaikan TDL pada inflasi Agustus sebesar 0,35%.
"Perhitungan kenaikan TDL terhadap inflasi agak berbeda. Kami menyampaikan semacam simulasi andil kenaikan TDL sebesar 0,22%, tapi kami sudah terima langsung peraturan Menteri ESDM yang kami pakai dalam perhitungan inflasi, ternyata 0,35% andil terhadap inflasi," ungkap Deputi Bidang Statistik Produksi Subagio Dwijosumono dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Andil kenaikan TDL di masing-masing kota itu berbeda-beda, karena kami hitunganya tertimpang, berapa rumah tangga yang kena, jadi pengaruhnya berbeda-beda," ujarnya.
Selain kenaikan TDL yang mempengaruhi terbesar terhadap inflasi bulan Agustus ini, harga beras juga turut menyumbang inflasi cukup besar. Dari kenaikan harga beras yang mencapai 4,3%, andilnya terhadap inflasi mencapai 0,2%
"Beras masih menagalami kenaikan 4,3% andilnya 0,2%," jelasnya.
Kenaikan harga beras tertinggi terjadi di Cirebon dan Gorontalo yaitu 13%, sedangkan Sukabumi juga mengalami kenaikan harga beras tertinggi yaitu 11%.
Ikan segar menyumbang inflasi sebesar 0,07%, angkutan udara sebesar 0,06%, daging ayam ras sebesar 0,03%, biaya pendidikan SLTA sebesar 0,03%. Harga daging sapi yang mengalami kenaikan sebesar 2,41% menyumbang inflasi sebesar 0,02%.
Sedangkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami deflasi seperti cabai merah yang harganya turun 17,73% mengalami deflasi sebesar 0,19%. Bawang Merah harganya turun 0,06% mengalami deflasi 0,06%, tomat, sayur, dan emas mengalami deflasi 0,02%.
(nia/dnl)











































