Ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Produksi Subagio Dwijosumono dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
"Neraca perdagangan kita tahun ini pertama kali defisit yaitu US$ 128,7 juta. Kumulatif masih surplus US$ 9,46 miliar. Impor mulai bergerak lebih tinggi dari ekspor. Mudah-mudahan ini seasonal saja, bukan karena rupiah yag menguat," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor non migas di Juli mencapai US$ 10,61 miliar atau naik 1,76% dibanding Juni 2010 dan naik 29,49% dibanding Juli 2009.
"Peningkatan non migas terbesar pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$ 219,8 juta, penurunan terbesar pada lemak dan minyak hewan nabati sebesar US$ 82,9 juta," katanya.
Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah Jepang US$ 1,37 miliar, AS sebesar US$ 1,28 miliar, dan China US$ 920 juta.
Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Juli 2010 mencapai US$ 12,62 miliar, naik 7,32% dibanding Juni 2010 atau naik 45,35% dibanding Juli 2010. Secara kumulatif nilai impor Indonesia pada Januari-Juli 2010 mencapai US$ 75,56 miliar atau melonjak 50,93% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Impor non migas terbesar adalah golongan mesin, peralatan mekanik senilai US$ 1,94 miliar, naik 14,48% dibanding Juni 2010.
Negara pemasok barang impor terbesar pada Januari-Juli 2010 adalah China senilai US$ 10,97 miliar (18,18%), Jepang US$ 9,35 miliar (15,5%), dan Singapura US$ 5,77 miliar (9,57%).
(dnl/qom)











































