Follow detikFinance
Rabu, 01 Sep 2010 13:08 WIB

Shell Operasikan Terminal BBM di Pulau Laut

- detikFinance
Jakarta - PT Shell Indonesia telah meresmikan pengoperasian Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kapasitas sebesar 60.000 metric ton di Pulau Laut, Kalimantan Selatan.

Dalam proyek tersebut, perusahaan migas asal Belanda itu menggandeng PT Indonesia Bulk Terminal (IBT), yang merupakan anak usaha PT Adaro Energy Tbk.

"Kami berkomitmen untuk mengembangkan bisnis bersama dengan para mitra lokal kami," ujar Shell Downstream Director Mark Williams dalam siaran persnya yang diterima detikFinance, Rabu (1/9/2010)

Fasilitas baru ini, bersama dengan terminal bahan bakar minyak Shell lainnya di Pendingin dan Gresik, akan memberikan jaringan penyediaan bahan bakar minyak bagi pelanggan industri dan pertambangan di Kalimantan Selatan dan Timur dengan berbasis harga yang kompetitif.

"Terminal baru ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut," jelasnya.

Direktur PT Indonesia Bulk Terminal, Adrian Lembong meyakini pengoperasian terminal BBM yang dibangun di atas lahan seluas 43.000 m2 ini, akan membantu menaikkan angka penghasilan serta melengkapi operasi pengangkutan batu bara perseroan.

Shell Commercial Fuels beroperasi di lebih dari 40 negara di dunia dan lebih dari 200,000 pelanggan menggunakan bahan bakar minyak Shell untuk transportasi, industri, dan pemanas setiap harinya.

Shell memasuki pasar bahan bakar minyak komersial di Indonesia pada tahun 2007 dan telah berkembang secara pesat, dengan menggandeng pelanggan-pelanggan strategis antara lain PLN, PT Adaro Indonesia dan pelanggan pertambangan dan  industri lainnya untuk kebutuhan mereka akan bahan bakar berkualitas tinggi.




(epi/qom)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed