"Swasembada saya tidak optimistis seluruhnya bisa tercapai, ya paling nggak mendekati swasembada," kata Hidayat usai acara raker Kemenperin dengan Komisi VI DPR-RI, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Hidayat menuturkan saat ini masalah lahan seluas 300.000 hektar tengah disiapkan untuk mendukung swasembada gula. Pembahasannya antara Kementerian Kehutanan dengan kantor Menko Perekonomian sudah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama soal tata niaga perdagangan pasar gula, menurutnya dalam mengejar swasembada gula pemerintah harus menerapkan pola bea masuk gula yang progresif.
Kedua masalah bibit varietas yang tidak berkembang, yang dapat dilihat dari Pusat Penelitian Pabrik Gula (P3G) yang cenderung dikomersialkan karena berbentuk dalam PT. Selain itu dukungan pemerintah terhadap peneliti di bidang tebu dan gula sangat minim termasuk soal dukungan anggaran dan lain-lain.
Masalah lainnya adalah soal langkah intensifikasi yang belum maksimal, sehingga ada kecenderungan untuk memilih memperluas lahan tebu. Padahal dengan memaksimalkan pabrik gula yang ada dengan revitalisasi sudah cukup asalkan dilakukan dengan sungguh-sungguh.
(hen/dnl)











































