"Lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang pasokan listriknya pas-pasan," ujar Direktur Operasi Jawa Bali PLN, Ngurah Adnyana di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Adapun daerah-daerah siaga pada saat H-10 dan H+10 lebaran di antaranya Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Pontianak, Barito, Sampit, Minahsa, Palu, Gorontalo, Sulawesi selatan, Kupang, dan Lombok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adnyana memperkirakan beban puncak listrik pada saat H-10 dan H+10 lebaran adalah 23.526 megawatt (MW) dengan kapasitas daya mampu 25.014 MW dan cadangan listrik mencapai 1.488 MW.
Namun pada waktu H-3 dan H+3 lebaran, jumlah cadangan listrik secara nasional akan meningkat menjadi 5.017 MW. Hal ini terjadi karena kegiatan industri berhenti sehingga beban puncak turun menjadi 19.997 MW.
Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali, Bambang Budiarto menambahkan kapasitas cadangan listrik di wilayah Jawa Bali saat lebaran mencukupi karena pada saat lebaran pemakaian listrik akan berkurang.
Dalam keadaan normal beban listrik mencapai 17.800 MW, sedangkan ketika Lebaran menurun menjadi 12.300 MW.
Β
"Bahkan pada saat sholat beban puncak hanya sekitar 7.600 MW. Jadi secara umum beban turun semua sehingga cadangan cukup sekali," tuturnya.
Sementara itu, khusus untuk wilayah Jakarta, General Manager PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy memperkirakan beban puncak listrik akan turun sebesar 40% pada saat lebaran.
"Pada saat lebaran beban puncak hanya 3.400-3.700 MW sehingga turun 40% dari sekarang sekitar 5.000-5.500 MW," tambahnya.
(epi/dnl)











































