14 Wilayah Rawan Pemadaman Saat Lebaran

14 Wilayah Rawan Pemadaman Saat Lebaran

- detikFinance
Rabu, 01 Sep 2010 21:45 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) mengakui saat ini terdapat 14 wilayah di tanah air yang pasokan listriknya masih dalam kondisi siaga pada saat lebaran, sehingga rawan pemadaman listrik.

"Lokasi-lokasi tersebut merupakan daerah yang pasokan listriknya pas-pasan," ujar Direktur Operasi Jawa Bali PLN, Ngurah Adnyana di Kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

Adapun daerah-daerah siaga pada saat H-10 dan H+10 lebaran di antaranya Sumatera bagian utara, Sumatera bagian selatan, Pontianak, Barito, Sampit, Minahsa, Palu, Gorontalo, Sulawesi selatan, Kupang, dan Lombok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk mengamankan pasokan listrik di wilayah itu maka kami mengimbau masyarakat untuk berhemat dalam menggunakan listrik dan kami akan menyewa genset," paparnya.

Adnyana memperkirakan beban puncak listrik pada saat H-10 dan H+10 lebaran adalah 23.526 megawatt (MW) dengan kapasitas daya mampu 25.014 MW dan cadangan listrik mencapai 1.488 MW.

Namun pada waktu H-3 dan H+3 lebaran, jumlah cadangan listrik secara nasional akan meningkat menjadi 5.017 MW. Hal ini terjadi karena kegiatan industri berhenti sehingga beban puncak turun menjadi 19.997 MW.

Manajer Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Jawa-Bali, Bambang Budiarto menambahkan kapasitas cadangan listrik di wilayah Jawa Bali saat lebaran mencukupi karena pada saat lebaran pemakaian listrik akan berkurang.

Dalam keadaan normal beban listrik mencapai 17.800 MW, sedangkan ketika Lebaran menurun menjadi 12.300 MW.
Β 
"Bahkan pada saat sholat beban puncak hanya sekitar 7.600 MW. Jadi secara umum beban turun semua sehingga cadangan cukup sekali," tuturnya.

Sementara itu, khusus untuk wilayah Jakarta, General Manager PLN wilayah distribusi Jakarta dan Tangerang, Purnomo Willy memperkirakan beban puncak listrik akan turun sebesar 40% pada saat lebaran.

"Pada saat lebaran beban puncak hanya 3.400-3.700 MW sehingga turun 40% dari sekarang sekitar 5.000-5.500 MW," tambahnya.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads