"Pada 2011 kami merencanakan 41 lokasi minapolitan percontohan yaitu 9 lokasi ikan tangkap, 24 lokasi ikan budidaya dan 8 lokasi pengembangan sentra garam," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam acara raker dengan Komisi IV DPR-RI, Kamis (2/9/2010).
Fadel menjelaskan alokasi anggaran untuk minapolitan ikan tangkap Rp 364,786 miliar, minapolitan ikan budidaya Rp 141,128 miliar dan pengembangan garam rakyat Rp 58,963 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi minapolitan ikan tangkap ada sebanyak 9 lokasi yaitu Sukabumi (pelabuhan ratu), Cilacap, Pacitan, Banyuwangi, Ternate, Bangka, Bitung, Medan, dan Ambon.
Lokasi minapolitan garam di 8 lokasi yaitu Cirebon, Indramayu, Rembang, Pati, Pamekasan, Sampang, Sumenep, dan Nagakeo.
Fadel mencontohkan untuk wilayah Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi salah satu lokasi minopolitan, alokasi anggarannya mencapai Rp 42,1 miliar untuk 2011. Mnapolitan merupakan konsep pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang berbasis wilayah.
Ia mengundang kementerian lain untuk mensukseskan program ini seperti Kementerian PU, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perindustrian, dan lain-lain, sehingga anggaran yang bisa kembangkan di Pelabuhan Ratu saja akan mencapai Rp 100 miliar lebih.
"Kita punya program semua kementerian ikut program kita," ucap Fadel.
Minapolitan merupakan pengembangan sektor perikanan secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari pembudidayaan/penangkapan, proses olahan, hingga pemasaran.
(hen/dnl)











































