Menurut Ferdy, sejak H-10, pihaknya sudah mulai menjaga stok BBM agar mencukupi konsumsi masyarakat selama berhari raya. Ferdy menyebutkan stok bensin premium Pertamina untuk wilayah Sulawesi, berkisar 46-48 ribu kiloliter (KL), atau cukup untuk konsumsi BBM masyarakat di Sulawesi selama 10 hari.
Sedangkan stok Solar, lanjut Ferdy, berkisar antara 59-62 ribu KL atau cukup untuk dikonsumsi sekitar 13 hari lamanya. Sementara untuk stok minyak tanah ketersediaan stok berkisar antara 14-20 ribu KL atau dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama 11 hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasi lonjakan penggunaan BBM pada saat mudik dan arus balik, pihak Pertamina menyiapkan beberapa langkah untuk mendistribusikan BBM-nya, di antaranya, menyiagakan SPBU-SPBU yang buka 24 jam non-stop di kota-kota besar di Sulawesi, seperti Makassar dan Manado, termasuk di beberapa kabupaten yang dilalui arus mudik.
Selain itu, Pertamina juga menambah mobil tangki pengangkut BBM yang disiagakan di jalur mudik dan jalur-jalur alternatif, khususnya untuk BBM jenis Premium yang lebih dominan dibandingkan Solar.
(mna/dnl)










































