Menurut Kepala BP Migas R Priyono, ada perbedaan data yang digunakan BP Migas dengan anggota Komisi VII DPR tersebut.
Jika menurut Anggota Komisi VII DPR, Achmad Rilyadi, menyebutkan berdasarkan data di lapangan jumlah produksi minyak sepanjang tahun ini mencapai 960.824 barel per hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau DPR itu mungkin hanya produksi bulan Agustus saja. Jadi ada perbedaan membacanya," ujar Priyono di sela rapat kerja dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/9/2010)
Menurut dia, rata-rata produksi minyak tersebut berasal dari 16 kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang beroperasi di Indonesia.
Adapun kelima KKKS yang memproduksi minyak paling besar yaitu Chevron Pasific Ind sebesar 373.418 bph, Pertamina sebanyak 130.309 bph, Total E&P Indonesie sebanyak 95.194 bph, ConocoPhillips sekitar 61.612, dan CNOOC SES Ltd sebanyak 41.258 bph.
(epi/dnl)











































