Demikian hal itu diungkapkan General Manager PLN Disjaya Purnomo Willy dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
"Beban puncak akan sangat menurun menjelang lebaran. Tapi kita tetap siapkan petugas yang siaga 24 jam," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah petugas PLN yang disiapkan pada jangka waktu tersebut sebanyak 697 personil, 119 unit mobil pelayanan dan 34 unit motor layanan cepat di seluruh poskok gangguan dan pelayanan.
Posko pelayanan gangguan ini ditempatkan pada 35 area di Jakarta dan sekitarnya dengan siaga 24 jam sehari 7 hari seminggu.
Ia mengatakan, jumlah beban puncak Jakarta dan sekitarnya pada hari normal sekitar 5.300-5.400 megawatt (MW) di siang hari dan 4.600 MW di malam hari.
"Pada saat lebaran hanya sekitar 3.400 MW sehari, malah terendahnya diperkirakan 2.300 MW," ujarnya.
Ia mengatakan, beban tertinggi hanya akan terasa sehari sebelum Hari Raya Idul Fitri, pada malam takbiran diperkirakan 3.400 MW. Esoknya, tepat Hari Raya Idul Fitri beban tersebut langsung turun drastis ke bawah 3.000 MW.
Selain mempersiapkan petugas, PLN juga menyiapkan beberapa peralatan tambahan seperti 12 mobil unit deteksi gangguan kabel, 4 unit mobil crane, 6 mobil unit gardu bergerak, 6 unit mobil kabel bergerak, dan 11 mobil unit genset 1x45 MW.
(ang/dnl)











































