Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dengan penguatan rupiah yang terjadi hingga di bawah Rp 9.000/US$ maka barang-barang impor makin lebih murah.
"Ekspor baik, bahwa barang-barang ekspor kita menjadi kurang kompetitif tetapi tidak membuat pertumbuhan menjadi terganggu sebab pertumbuhan ekspor kita baik. Yang kita juga mesti antisipasi kebalikan dari itu adalah impor yang terasa lebih murah dan ini akan bisa membuat aliran impor menjadi tinggi," ujar Agus ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk pertama kalinya di tahun ini, neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli mengalami defisit sebesar US$ 128,7 juta. Ini terjadi karena nilai impor yang lebih besar.
Pada bulan Juli 2010, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 12,49 miliar. Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Juli 2010 mencapai US$ 12,62 miliar.
(dnl/qom)











































