Agus Marto: Penguatan Rupiah Picu Derasnya Impor

Agus Marto: Penguatan Rupiah Picu Derasnya Impor

- detikFinance
Kamis, 02 Sep 2010 17:55 WIB
Jakarta - Untuk pertama kalinya dalam tahun ini, nilai surplus perdagangan Indonesia mengalami defisit pada Juli 2010 akibat makin derasnya aliran impor mengalahkan laju ekspor. Menurut pemerintah ini disebabkan penguatan rupiah.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dengan penguatan rupiah yang terjadi hingga di bawah Rp 9.000/US$ maka barang-barang impor makin lebih murah.

"Ekspor baik, bahwa barang-barang ekspor kita menjadi kurang kompetitif tetapi tidak membuat pertumbuhan menjadi terganggu sebab pertumbuhan ekspor kita baik. Yang kita juga mesti antisipasi kebalikan dari itu adalah impor yang terasa lebih murah dan ini akan bisa membuat aliran impor menjadi tinggi," ujar Agus ketika ditemui di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengakui, kinerja neraca perdagangan Indonesia bisa surplus karena banyak dibantu oleh ekspor gas. Karena itu ke depannya, Indonesia harus bisa mengupayakan dengan keras peningkayan produksi minyaknya.

Untuk pertama kalinya di tahun ini, neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli mengalami defisit sebesar US$ 128,7 juta. Ini terjadi karena nilai impor yang lebih besar.

Pada bulan Juli 2010, nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 12,49 miliar. Sementara itu, nilai impor Indonesia pada Juli 2010 mencapai US$ 12,62 miliar.
(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads