YLKI: Bernilai Rendah, Koin Rupiah Tak Dihargai Masyarakat

YLKI: Bernilai Rendah, Koin Rupiah Tak Dihargai Masyarakat

- detikFinance
Kamis, 02 Sep 2010 18:51 WIB
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan bermasalahnya uang koin di Indonesia dari sisi peredaran di masyarakat tak terlepas dari rendahnya makna nilai uang koin rupiah. Masyarakat lebih menganggap remeh dan cenderung tak menggunakan koin.

"Kenapa uang koin menjadi masalah, secara ekonomi makro karena rendahnya nilai tukar uang, penghargaan masyarakat masyarakat rendah," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam acara diskusi Pentingnya Uang Koin Dalam Bertransaksi di Jakarta, Kamis (2/9/2010).

Tulus berpendapat, adanya upaya redenominasi mata uang rupiah bisa menjadi cara mengangkat nilai uang koin rupiah bisa lebih dihargai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga menyangsikan dengan adanya kampanye atau gerakan peduli koin dapat efektif meningkatkan kesadaran atau penghargaan masyarakat terhadap uang koin rupiah dengan aktif menggunakannya.

"Apakah dengan kampanye (gerakan peduli koin nasional) menjadi obat yang mujarab," katanya.

Masalahnya kata Tulus, masyarakat Indonesia sudah terbiasa tak menghargai uang koin. Sehingga langkah konkret termasuk melakukan redenominasi bisa menjadi pertimbangan.

Ia juga mengharapkan agar masyarakat sadar terhadap haknya dalam menerima selisih pengembalian sehabis bertransaksi. Maklum saja, saat ini ada pilihan dari tempat-tempat belanja yang menawarkan uang koin pengembalian untuk disumbangkan.

"Kalau memang disumbangkan, peruntukannya harus jelas, agar konsumen bisa tahu ke mana uangnya," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads