"Kenapa uang koin menjadi masalah, secara ekonomi makro karena rendahnya nilai tukar uang, penghargaan masyarakat masyarakat rendah," kata Ketua Harian YLKI Tulus Abadi dalam acara diskusi Pentingnya Uang Koin Dalam Bertransaksi di Jakarta, Kamis (2/9/2010).
Tulus berpendapat, adanya upaya redenominasi mata uang rupiah bisa menjadi cara mengangkat nilai uang koin rupiah bisa lebih dihargai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah dengan kampanye (gerakan peduli koin nasional) menjadi obat yang mujarab," katanya.
Masalahnya kata Tulus, masyarakat Indonesia sudah terbiasa tak menghargai uang koin. Sehingga langkah konkret termasuk melakukan redenominasi bisa menjadi pertimbangan.
Ia juga mengharapkan agar masyarakat sadar terhadap haknya dalam menerima selisih pengembalian sehabis bertransaksi. Maklum saja, saat ini ada pilihan dari tempat-tempat belanja yang menawarkan uang koin pengembalian untuk disumbangkan.
"Kalau memang disumbangkan, peruntukannya harus jelas, agar konsumen bisa tahu ke mana uangnya," katanya.
(hen/dnl)










































