Meski hubungan antara Indonesia dan Malaysia memanas, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan meneruskan rencana barter mobil Proton dengan Panser buatan PT Pindad (Persero).
Kerjasama tersebut merupakan business to business dan keduanya sedang menjajaki kontrak.
Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Ekoputro Hadijayanto, saat ini rencana barter tersebut sedang berjalan dan masih akan terus berlanjut sampai mencapai kesepakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Menurutnya, kerjasama tersebut bukan hanya kesepakatan pemerintah tapi lebih condong ke bisnis antara dua korporasi. Selain itu, Pindad dan Proton juga harus menghormati kontrak yang sudah disepakati sebelumya.
"Jadi (situasi memanas) tidak akan ngaruh. Selain itu kan keduanya menjajaki kontrak," ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Indonesia dengan Malaysia serius bekerjasama dalam hal pembelian produk unggulan masing-masing negara di bidang pertahanan maupun sektor otomotif.
Rencananya, produk panser buatan Pindad akan diekspor ke Malaysia dan sebagian dibarter dengan produk mobil sedan Proton Malaysia.
Pihak Malaysia telah memastikan pesanan panser dari Pindad senilai US$ 80 juta. Namun pihak Malaysia mensyaratkan sebanyak 25% dari total transaksi dibarter (trade off) dengan produk unggulan Malaysia yaitu sedan Proton. (ang/qom)











































