Pejabat tinggi negara seperti Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi termasuk pelaku usaha sawit saat ini berada di Frankfurt Jerman untuk meyakinkan bahwa industri sawit Indonesia tak merusak lingkungan.
"Dengan World Bank di Frankfurr ada pertemuan, usaha kita menjelaskan kepada mereka. Lengkap ada Wamen (wamendag dan wamentan), dewan kelapa sawit," kata Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/9/2010)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tetap menjaga untuk mensosialisasikan produsen selalu patuh dengan peraturan yang ada terutama isu lingkungan dari penyedian lahan sampai produksi, sampai produksi akhirnya," katanya.
Selama ini kata dia, jika ada pemberitaan penghentian pembelian kelapa sawit atau CPO dari Indonesia maupun penghentian pendanaan kelapa sawit oleh IFC (World Bank), menjadi bagian dari masalah yang merugikan kepentingan Indonesia. Meski ia menyatakan jumlah pembiayaan IFC selama ini terhadap sektor sawit Indonesia tak signifikan.
"World Bank sebagai suatu institusi yang kredibel, World Bank harus hati-hati dalam statement hanya dari desakan LSM," katanya.
(hen/dnl)










































