RI Yakinkan Bank Dunia Soal Industri Kelapa Sawit

RI Yakinkan Bank Dunia Soal Industri Kelapa Sawit

- detikFinance
Jumat, 03 Sep 2010 15:23 WIB
Jakarta - Indonesia terus meyakinkan kalangan dunia internasional termasuk lembaga keuangan dunia World Bank (Bank Dunia) yang menaungi International Finance Corporation (IFC) terkait isu lingkungan yang menerpa industri kelapa sawit Indonesia.

Pejabat tinggi negara seperti Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar, Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi termasuk pelaku usaha sawit saat ini berada di Frankfurt Jerman untuk meyakinkan bahwa industri sawit Indonesia tak merusak lingkungan.

"Dengan World Bank di Frankfurr ada pertemuan, usaha kita menjelaskan kepada mereka. Lengkap ada Wamen (wamendag dan wamentan), dewan kelapa sawit," kata Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Deddy Saleh di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat (3/9/2010)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deddy menjelaskan masalah isu lingkungan yang menimpa kelapa sawit ini harus diatasi dengan baik agar tak mengganggu kepentingan nasional. Misalnya pembeli CPO yang terlalu menekan seperti dalam kasus Nestle maupun Unilever harus dicari jalan keluar. Meski ia mengaku dan tak menutup mata mengenai kemungkinan pelanggaran yang bisa saja dilakukan oleh produsen sawit.

"Kita tetap menjaga untuk mensosialisasikan produsen selalu patuh dengan peraturan yang ada terutama isu lingkungan dari penyedian lahan sampai produksi, sampai produksi akhirnya," katanya.

Selama ini kata dia, jika ada pemberitaan penghentian pembelian kelapa sawit atau CPO dari Indonesia maupun penghentian pendanaan kelapa sawit oleh IFC (World Bank), menjadi bagian dari masalah yang merugikan kepentingan Indonesia. Meski ia menyatakan jumlah pembiayaan IFC selama ini terhadap sektor sawit Indonesia tak signifikan.

"World Bank sebagai suatu institusi yang kredibel, World Bank harus hati-hati dalam statement hanya dari desakan LSM," katanya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads