Belanja Pemerintah Bakal Dongkrak Pertumbuhan Kuartal III

Belanja Pemerintah Bakal Dongkrak Pertumbuhan Kuartal III

- detikFinance
Selasa, 07 Sep 2010 08:24 WIB
Jakarta - Pemerintah harapkan pertumbuhan kuartal III bisa lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal I dan II. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini akan didorong oleh belanja pemerintah.

Belanja pemerintah yang selama ini memberikan pertumbuhan negatif diharapkan pada September ini mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan saat ditemui di Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/9/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertumbuhan ekonomi triwulan III kan poinnya sekarang, bulan September. Kalau kita lihat, pengeluaran pemerintah yang selama ini menyumbang pertumbuhan negatif, triwulan III ini mudah-mudahan (meningkat)," jelas Rusman.

"Kalau jumlah anggaran kan lebih besar tahun ini dibandingkan 2009, polanya triwulan I dan II memang lambat, maka logikanya triwulan III dan IV lebih cepat. Jadi year on year triwulan III diharapkan sudah positif. Dan kita yakin betul bahwa triwulan IV akan lebih positif," imbuhnya.

Selain dipicu belanja pemerintah, Rusman menambahkan pengeluaran masyarakat yang tinggi karena bulan puasa turut mendorong pertumbuhan pada triwulan III ini.

"Kita lihat ada juga bulan puasa, spending masyarakat tinggi," jelasnya.

Sedangkan untuk ekspor, lanjut Rusman, walaupun ada tren agak melambat pada Juli dan Agustus, tetapi diharapkan masih bisa positif pada triwulan III.

"Kita melihat ekspor, walau melambat pada Juli dan kemungkinan Agustus juga, tapi tetap positif," ujarnya.

Dengan demikian, Rusman memperkirakan pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa melebihi target dalam APBN-P 2010 sebesar 5,9%.

"Sehingga harapannya triwulan III ini pertumbuhan ekonomi kalau kemarin 5,9% (pertumbuhan secara keseluruhan), mudah-mudahan bisa di atas 6%. Dengan catatan belanja pemerintah, pengeluaran masyarakat bisa jadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati menambahkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini ditopang dari faktor investasi, ekspor, dan belanja. Walaupun impor sempat tinggi pada bulan Juli ini, tetapi Anny menilai positif hal tersebut. Pasalnya, barang yang masuk ke Indonesia merupakan barang modal.

"Impor kan banyaknya barang modal. Current account masih surplus. Jadi masih bagus kok. Kan itu masih modal, gak apa-apa. Investasinya masih bagus. Ekspornya juga oke. Kan (neraca perdagangan) defisit hanya 1 bulan (Juli 2010). Pokoknya rata-rata sampai akhir tahun bisa sampai 6%," ujarnya.

Harapan yang sama juga disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Walaupun tidak memberikan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III ini, tetapi Agus Marto yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai 6% dengan ditopang pasar domestik dan perbaikan perekonomian dunia.

"Kami nggak bisa kasih prediksi tapi kita kok berkeyakinan, satu tahun 2010 ini kita bisa punya economic growth bisa 6%, yang tadinya awal tahun 5,8% sekarang bisa mencapai 6% dan ini karena domestik market kita bagus dan juga dari kegiatan dunia yang sudah lebih baik kembali. Jadi saya rasa yang bisa saya sampaikan average untuk 1 tahun itu 6%," imbuhnya.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads