Dituntut Turun oleh Serikat Pekerja BUMN, Said Didu Cuek

Dituntut Turun oleh Serikat Pekerja BUMN, Said Didu Cuek

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2010 20:04 WIB
Jakarta -

Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak agar Presiden SBY menurunkan Said Didu dari posisinya sebagai Sekretaris Kementerian BUMN. Menanggapi hal ini Said Didu tak ambil pusing dan cuek.

Dalam siaran pers, Humas FSP BUMN Bersatu Tri Sasono mengatakan Said Didu sudah terlalu lama berada di posisinya dan menurutnya tidak menunjukkan kinerja yang maksimal. "Lambannya kinerja pemerintah di BUMN bukan semata disebabkan ketidakmampuan Menteri BUMN, akan tetapi bisa jadi disebabkan oleh ketidakmampuan Sekretaris Menteri BUMN," tutur Tri.

Tri menuturkan pekerja BUMN merasa sakit hati dengan sikap Said yang kerap mendorong evaluasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati di perusahaan-perusahaan BUMN. "Padahal seharusnya Kementerian BUMN menghormati apa yang telah disepakati antara pekerja dan manajemen perusahaan dalam PKB," cetusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said Didu di tempat terpisah, mengatakan dirinya tak ambil pusing dengan tuntutan yang dilontarkan oleh forum serikat pekerja tersebut. "Saya sih biasa saja. Itu kan kebebasan orang untuk berpendapat, kan demokrasi," jelasnya kepada detikFinance.

Bahkan Said mengatakan dirinya dekat dengan banyak serikat pekerja BUMN, sehingga seakan tidak percaya jika pekerja BUMN menuntut dirinya mundur.

"Saya kan orangnya cuek. Ya silakan saja kalau punya pendapat seperti itu, saya biasa sajalah. Itu serikat pekerja BUMN yang mana? Saya kan dekat dengan banyak serikat pekerja BUMN," tuturnya.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads