Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak agar Presiden SBY menurunkan Said Didu dari posisinya sebagai Sekretaris Kementerian BUMN. Menanggapi hal ini Said Didu tak ambil pusing dan cuek.
Dalam siaran pers, Humas FSP BUMN Bersatu Tri Sasono mengatakan Said Didu sudah terlalu lama berada di posisinya dan menurutnya tidak menunjukkan kinerja yang maksimal. "Lambannya kinerja pemerintah di BUMN bukan semata disebabkan ketidakmampuan Menteri BUMN, akan tetapi bisa jadi disebabkan oleh ketidakmampuan Sekretaris Menteri BUMN," tutur Tri.
Tri menuturkan pekerja BUMN merasa sakit hati dengan sikap Said yang kerap mendorong evaluasi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang telah disepakati di perusahaan-perusahaan BUMN. "Padahal seharusnya Kementerian BUMN menghormati apa yang telah disepakati antara pekerja dan manajemen perusahaan dalam PKB," cetusnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Said mengatakan dirinya dekat dengan banyak serikat pekerja BUMN, sehingga seakan tidak percaya jika pekerja BUMN menuntut dirinya mundur.
"Saya kan orangnya cuek. Ya silakan saja kalau punya pendapat seperti itu, saya biasa sajalah. Itu serikat pekerja BUMN yang mana? Saya kan dekat dengan banyak serikat pekerja BUMN," tuturnya.
(dnl/ang)











































