Ekspor Terigu 2010 Bakal Naik 100%

Ekspor Terigu 2010 Bakal Naik 100%

- detikFinance
Rabu, 08 Sep 2010 09:47 WIB
Jakarta - Suplai gandum dunia yang berkurang akibat gangguan iklim, dibarengi dengan naiknya permintaan gandum termasuk produk turunannya seperti terigu bakal terus meningkat di pasar ekspor.

Asosiasi Produsen Terigu Indonesia (Aptindo) mencatat realisasi ekspor terigu sepanjang semester I-2010 telah mencapai 15.000 ton atau hampir menyamai realisasi ekspor Januari-September 2009 yang hanya 16.000 ton.

"Sampai akhir tahun ini diperkirakan akan sampai 30.000 ton," kata Ketua Umum Aptindo Franciscus Welirang Selasa malam, di Jakarta (7/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Franky sapaan akrab Franciscus, menambahkan selama ini negara-negara tujuan ekspor produk terigu Indonesia meliputi Jepang, Korea, Singapura, Malaysia, Hong Kong, Timor Leste. Khusus Timor Leste menjadi pengimpor terigu dari Indonesia terbanyak.

"Negara-negara itu membeli dari kita karena produk terigu kita kompetitif. Selain itu, tujuan kita untuk pembukaan pasar," katanya.

Khusus untuk pasar dalam negeri, Franky mengungkapkan konsumsi terigu terus mengalami kenaikan. Kenaikan permintaan terigu sepanjang Januari-Agustus 2010 sudah naik 8,7% dibandingkan periode yang sama tahun 2009.

Volumenya mencapai 2,8 juta ton, akhir tahun 2010 diperkirakan akan mencapai 4,2 juta ton. Sedangkan secara total permintaan terigu pada tahun ini akan naik 7% dibandingkan tahun lalu.

Seperti diketahui bahan baku industri terigu dalam negeri yaitu gandum, 100% adalah produk impor. Per tahunnya impor gandum Indonesia mencapai 5,3 juta ton.

Stok Gandum Dunia Belum Mengkhawatirkan

Franky juga mengatakan masalah iklim yang mengganggu produksi gandum Rusia saat ini belum mengkhawatirkan dari sisi stok gandum dunia. Stok gandum dunia diperkirakan masih mencapai 170 juta ton di akhir tahun, sementara pada saat krisis gandum 2007 lalu stok gandum dunia hanya 124 juta ton gandum.

"Memang sekarang permintaan gandum berbondong-bondong ke Amerika, di mana punya stok bagus, tapi harganya tinggi, tapi ada permasalahan di pelabuhan karena ngantre," katanya.

Khususnya bagi dampak kenaikan harga terigu, Franky mengatakan kenaikan harga terjadi pada jenis terigu segmen bawah  (low end) yang bahan bakunya berasal dari gandum berprotein rendah (soft) yang berasal dari gandum-gandum Eropa Timur termasuk dari Turki.

"Gandum jenis ini sudah naik dari US$ 210 per ton menjadi US$ 280 per ton (cnf)," katanya.

Walhasil harga terigu segmen bawah sudah mengalami kenaikan sebesar 10% dari harga per 25 Kg Rp 95.000 menjadi Rp 115.000. Sedangkan untuk harga terigu secara keseluruhan diperkirakan ada kenaikan harga pada kuartal IV-2010. (hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads