“Impor gandum kita dari Rusia ternyata kecil hanya US$ 17 juta (Januari-Juni 2010) sehingga tidak terpengaruh dengan penurunan ekspor gandum dari Rusia,” kata Mari dalam acara konferensi pers di kantornya, Rabu (8/9/ 2010).
Ia menuturkan berdasarkan data kementerian perdagangan impor gandum dari Rusia relatif mengalami kenaikan. Pada semester I-2009 impor gandum hanya US$ 9,423 juta sementara pada periode yang sama tahun 2010 US$ 17,947 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika dilihat dari total perdagangan kedua negara baik migas maupun non-migas, Rusia mencatatkan surplus dengan Indonesia.
Pada semester I-2010 impor komoditi Indonesia dari Rusia naik 513% senilai US$ 540,28 juta, sedangkan tahun 2009 pada periode yang sama hanya US$ 88,005 juta
Dikatakan Mari Elka impor barang komoditi yang berasal dari Rusia lebih banyak didominasi oleh sektor baja. Sedangkan untuk sektor migas dikuasai oleh minyak pelumas high speed diesel fuel dan crude petrolium oil, lubricating greases dan lain-lain.
Nilai ekspor Indonesia ke Rusia pada semester I-2010 mencapai US$ 242,2 juta atau hanya naik 76,3% dari periode yang sama tahun 2009 yang hanya US$ 137,3 juta.
(hen/dro)










































