"Acara ini ketiga kalinya digelar dengan tingkat partisipasi sekitar seribu saudagar dan intelektual. Kegiatan ini akan secara kongkrit diusulkan ke pemerintah demi mendorong investasi di Sumatera Barat," papar Bendahara Panitia SSM 2010 yang juga Ketua Umum Saudagar Muda Minang (SMM) Fahira Fahmi Idris dalam keterangannya di Jakarta.
Ia menjelaskan, hal yang paling utama perlu diperhatikan bagi investor adalah masalah penggunaan tanah ulayat untuk usaha dan edukasi ke masyarakat minang dalam melihat munculnya pendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fahira mengungkapkan, pada tahun ini FSSM akan menghadirkan Saudagar minang tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari Amerika Serikat, Singapura, Brunei Darussalam, Timor-Timur, Malaysia.
"Masyarakat minang harus mengoptimalkan kegiatan ini. Kami sudah menjembatani keinginan investor dan pemerintah. Sekarang bola di masyarakat setempat," ujarnya.
Sekretaris Eksekutif SMM, Aslim Nurhasan Sutan Sati menambahkan, dua kegiatan sebelumnya yang dilakukan FSSM telah berhasil menyakinkan satu investor besar membangun hotel di Padang dengan nilai 200 miliar rupiah.
"Kami juga melakukan pemberdayaan untuk masyarakat setempat. Seperti memasarkan produk secara online dan berternak ikan dengan benar. Ada satu nagari (wilayah) yang menjadi percontohan," katanya.
Fahira menambahkan, untuk menumbuhkan jiwa berdagang dari masyarakat minang rencananya akan berkerjasama dengan Universitas Andalas mendirikan Institut bisnis.
"Kegiatan semacam ini sangat mendukung masyarakat setempat. Buktinya selama seminggu kegiatan dua tahun lalu, penjualan Usaha Kecil Menengah (UKM) khususnya untuk oleh-oleh dan makanan meningkat.
Ketua Umum Saudagar Muda Minang DKI Jaya Iqbal Farabi mengatakan, gerakan pemberdayaan masyarakat minang tidak hanya untuk di Sumbar, tetapi juga di perantauan.
"Kegiatan yang akan kami lakukan memberdayakan UKM dengan masuk ke pedagang pasar serta membuat unit bisnis bagi para anggota," jelasnya.
Menurutnya, aksi tersebut sesuai dengan misi organisasi sebagai lembaga, bersifat independen, otonom, bisnis aplikatif, fungsional, demokratis, non politik, dan memperhatikan profesionalitas.
(rou/dro)











































