Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran dengan Direktur Jenderal DTCM Khalid A. Bin Sulayem di ruang kerja Dirjen DTCM, seperti disampaikan Sekretaris I Pelaksana FUngsi Pensosbud Yana Rudiayana kepada detikfinance, Kamis (9/9/2010).
Bin Sulayem menyambut baik kedatangan Konjen RI dan menghormati Indonesia sebagai negara sahabat dengan populasi muslim terbesar di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai informasi, pemerintah Dubai menetapkan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus utama dan sektor terpenting penggerak ekonomi Dubai. Oleh sebab itu lembaga ini diketuai langsung oleh penguasa Dubai Sheikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum yang juga Perdana Menteri dan Wakil Presiden Uni Emirat Arab (UEA).
Konjen RI Mansyur Pangeran secara singkat memaparkan kondisi industri pariwisata Indonesia yang semakin meningkat dengan menawarkan berbagai tempat tujuan wisata.
Menurut Mansyur, dalam upaya menarik wisatawan Timur Tengah pemerintah Indonesia telah menyiapkan berbagai paket dan tempat tujuan wisata, mulai dari eco-tourism, golf, diving hingga wisata spa.
Di samping itu, pemerintah Indonesia kini telah memberikan kemudahan fasilitas Visa on Arrival kepada hampir seluruh negara-negara Timur Tengah.
"Diharapkan semua hal tersebut dapat menarik wisatawan asal Timur Tengah mengingat selama ini potensi kawasan tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal," terang Mansyur.
Dari target 7 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2010 ini, sebanyak 95.000 wisatawan ditargetkan berasal dari negara-negara Teluk, termasuk UEA.
Visa on Board
Dalam kesempatan tersebut, Mansyur juga menginformasikan bahwa Garuda Indonesia telah membuka kembali jalur penerbangan ke Eropa via Dubai sejak Juni tahun ini.
"Selain memberikan layanan penerbangan dengan fasilitas maksimal untuk kenyamanan penumpang, Garuda juga memberikan kemudahan layanan visa on board sehingga setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, para penumpang tidak lagi harus mengantri di counter imigrasi," beber Mansyur.
Lanjut Mansyur, Indonesia telah menetapkan Timur Tengah sebagai kawasan potensial yang menjadi salah satu fokus perhatian utama. Untuk itu, setiap tahunnya delegasi Indonesia terdiri dari pemerintah dan para pelaku industri pariwisata selalu berpartisipasi dalam pameran Arabian Travel Market (ATM) di Dubai guna lebih memperkenalkan Indonesia sebagai tempat tujuan wisata.
Tidak hanya ATM, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia juga telah ikut serta dalam pameran Dubai Global Village.
Bin Sulayem cukup terkesan dan sangat mendukung kebijakan yang menurut dia belum banyak dilakukan oleh maskapai penerbangan lain. Ben Sulayem juga mengutarakan akan membantu meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.
Kepada Konjen RI, Bin Sulayem menjanjikan kerjasama dalam upaya meningkatkan industri pariwisata kedua belah pihak. Mengakhiri pertemuan, Konjen Mansyur Pangeran menyerahkan berbagai informasi mengenai pariwisata Indonesia dalam bentuk brosur, buku dan CD.
(es/es)










































