Demikian disampaikan oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Harry Azhar Azis kepada detikFinance, Senin (13/9/2010).
"Lebih banyak orang kaya yang menikmati BBM bersubsidi daripada yang miskin. Jadi lebih baik dibatasi dan subsidi dialihkan ke tempat lain yang lebih bermanfaat," tegas Harry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebab dari tahun ke tahun, subsidi BBM ini selalu melebihi kuota, dan sebenarnya ini tidak diperkenankan karena melanggar UU APBN yang telah ditetapkan," cetus Harry.
Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah akan segera menerapkan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi seperti premium bagi masyarakat yang tidak berhak. Namun pemerintah masih mencari waktu yang tepat.
"Kita harus mencari timing tepat, sosialisasikan agar masyarakat paham. Mengapa kendaraan tertentu jangan menggunakan premium. Cukuplah subsidi itu diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu atau yang perlu. Kalau orang mampu beli mobil, pantas-pantasnya bisa membayar nonpremium atau tak bersubsidi,' katanya.
Dikatakan Hatta, subsidi itu tujuannya untuk membantu rakyat-rakyat tak mampu. Namun selama ini banyak masyarakat mampu bahkan yang bermobil mewah justru menggunakan premium yang notabene disubsidi pemerintah.
(dnl/dnl)











































