Demikian disampaikan oleh Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Harry Azhar Azis kepada detikFinance, Selasa (14/9/2010).
"Konsumsi BBM bersubsidi hampir setiap tahun selalu melewati kuota yang telah ditetapkan. Tahun ini kuotanya 36,5 juta kiloliter (KL), dan diprediksi melonjak. Apakah ada penyelundupan atau memang benar ada kelebihan permintaan? Ini harus dijelaskan pemerintah," tegas Harry.
Dalam kesempatan tersebut Harry mengatakan, dirinya akan mempertanyakan soal kelebihan konsumsi BBM ini secara tegas kepada pemerintah. "Kita minta pemerintah beri penjelasan," katanya.
Harry mengakui selama ini subsidi yang diberikan pemerintah, khususnya subsidi BBM, selalu salah sasaran. Kebanyakan subsidi BBM justru dinikmati oleh orang-orang kaya. Sementara orang miskin tak merasakan subsidi tersebut dengan baik.
Karena itu, menurutnya pemerintah harus segera melakukan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi sehingga tak salah sasaran.
"Aneh, ada subsidi tapi jumlah kemiskinan tidak turun. Seharusnya kan kemiskinan ini menurun," tukasnya. (dnl/qom)











































