President lecture itu berlangsung di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2010).
Wakil Presiden Boediono dan semua jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II hadir, juga Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka takzim menyimak kuliah yang disampaikan dalam bahasa Inggris, baik dengan alat bantu penerjemah ataupun tidak. Beberapa di antaranya menulis-nulis di buku catatan dan melihat ke LCD besar yang berisi bahan kuliah.
Kuliah ini dimoderatori oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan.
'Creating Jobs, Reducing Poverty and Improving Welfare of The People, Acting in Time on Hard Problems', demikian judul kuliah Prof. Elwood yang mengenakan batik coklat lengan panjang ini.
Sebelumnya, SBY dalam sambutannya mengatakan meskipun Indonesia telah dapat kembali memulihkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, namun Indonesia perlu terus memacu lajunya.
"Oleh karena itu, ceramah ini relevan. Saya yakin tema penting ini terus berguna bagi Indonesia," ujar SBY.
Tak lupa SBY menyampaikan terima kasih karena Prof. Elwood telah bersedia memberikan kuliah dan menyambutnya saat SBY berkunjung ke Harvard tahun lalu.
"Saya berdiskusi dengan lebih dari 10 profesor dan bertukar pikiran yang mendalam dengan 1-2 profesor," jelas SBY.
(nwk/dnl)











































