Tender BBM PLN Bisa Hemat Rp 450 Miliar per Tahun

Tender BBM PLN Bisa Hemat Rp 450 Miliar per Tahun

- detikFinance
Rabu, 15 Sep 2010 19:11 WIB
Jakarta - Tender pasokan BBM untuk pembangkit PLN diharapkan bisa menimbulkan penghematan hingga Rp 450 miliar. Tender ini diharapkan bisa mendapatkan harga dari pemasok BBM dengan harga yang lebih 'miring'.

"Kita bisa menghemat sekitar Rp 450 miliar," ujar Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji saat berbincang dengan wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Seperti diketahui, PLN tengah menggelar tender BBM untuk pembangkitnya sebanyak 1,25 juta kiloliter per tahun untuk 4 tahun ke depan atau total 5 juta kiloliter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PLN saat ini sedang menggelar tender BBM untuk sejumlah pembangkitnya di 5 lokasi yakni PLTGU Muara Tawar (Bekasi) dan PLTGU Grati (Gresik), PLTGU Tambak Lorok (Semarang), PLTGU Belawan (Medan), dan PLTGU Muara Karang (Jakarta Utara).

Sesuai ketentuan, PLN harus membayar BBM seharga 105% MOPS untuk jatah 6,3 juta kiloliter sebagaimana ditetapkan dalam APBN. Untuk kelebihan pemakaian BBM dari jatah tersebut, PLN harus membayar 109,5% MOPS.

Saat ini PLN telah menetapkan 3 kandidat pemasok BBM PLN yakni Pertamina, Shell, dan PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI). Menurut Nur Pamudji, TPPI telah menawarkan harga BBM sekitar 103% MOPS.

Jika memang nantinya PLN akhirnya bisa mendapatkan harga 103% MOPS, maka berarti PLN bisa menghemat harga hingga 6% MOPS karena untuk kelebihan penggunaan BBM, PLN harus membayar 109,5%.

Nur Pamudji menjelaskan, dengan harga BBM sesuai MOPS sebesar Rp 6.000 per liter, maka untuk tender 1,25 juta KL dan penghematan sebesar 6% dari MOPS, maka total yang bisa dihemat PLN bisa mencapai Rp 450 miliar.

"Meski biaya ini nanti ditanggung negara, namun penghematan ini setidaknya bisa menunjukkan efisiensi oleh PLN melalui tender," jelas Nur Pamudji.

Tender pengadaan BBM oleh PLN ini sendiri sempat memunculkan protes karena ada TPPI. Perusahaan yang sebagian besar sahamnya dimiliki pemerintah melalui PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) tersebut dikritik karena masih memiliki sejumlah utang.

Namun Nur Pamudji menegaskan, keikutsertaan TPPI dalam tender tersebut tidak menjadi masalah bagi PLN meski ada ganjalan kasus utang. Bagi PLN, yang penting TPPI memenuhi syarat tender, termasuk menawarkan harga yang murah dan menjamin pasokan BBM.

"Utang piutang itu hal yang biasa, silakan diselesaikan. Yang penting dia bisa jadi suplier yang baik. Dan memang syarat tender tidak menyebutkan harus bebas utang," ujarnya.

Rencananya, pemenang dari tender pengadaan BBM untuk pembangkit PLN ini akan diumumkan akhir September.

(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads