"Kita harus menang. Keputusan Boarder (Pimpinan Caterpillar) itu masuknya ke Indonesia atau Thailand. Kita suruh bersaing dengan Thailand. Saya minya BKPM mempelajari dari investasi yang ratusan dollar (AS) itu," ungkap Menteri Perindustrian, MS Hidayat di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (16/9/2010).
Bahkan, Hidayat optimis kesepakatan perjanjian investasi antara Caterpillar dengan pemerintah Indonesia akan dilakukan akhir bulan ini. Nantinya, Caterpillar akan membangun industri alat berat, serta bekerja sama dengan PT Kereta Api (Persero) serta memperbaiki lokomotif tua yang ada di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga mau bikin truk-truk yang tonasenya besar. Membangun industri-industri berat," lanjutnya.
Pada kesempatan yang sama, Hidayat juga menyoroti angka pertumbuhan ekonomi Indonesia di periode triwulan III-2010 yang tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain di Asia. Padahal sejak krisis yang terjadi tahun 2008 hingga semester II-2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong paling tinggi.
"Sejak kuartal III kita (pertumbuhan ekonomi) paling rendah, dibawah 6%. Malaysia saja diatas 6%, Singapura sudah 12%, Korea 8%. Padahal sejak krisis 2008 sampai Oktober mereka masih minus. Mereka lari. Kita juga lari di tempat," papar Hidayat.
Untuk itu, penting dikeluarkan lebih banyak terobosan kebijakan yang bersifat breakthrough, agar tren pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap berada di jalur yang benar. "Kalau bisnis itu harus bersaing. Sekarang kita kalah bersaing," imbuhnya.
(wep/epi)
