IMF mengatakan, investor asing saat ini sangat berhati-hati menanamkan uangnya di Indonesia. Mereka menunggu sampai pemerintah serius memerangi korupsi yang merajalela, serta peningkatan supremasi hukum.
"Sebuah respon yang cepat, seperti kebijakan reformasi, akan membantu Indonesia untuk cepat pulih dari krisis global 2008 lalu," ujar laporan IMF yang dikutip dari AFP, Jumat (17/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun begitu, IMF memuji Indonesia karena prestasinya yang luar biasa dalam 1 dekade terakhir, mengubah kediktatoran Suharto menjadi negara yang berdemokrasi maju dan pulih dari krisis keuangan tahun 1998/1999. Saat itu, Indonesia pernah terpaksa disuntik oleh IMF sebesar US$ 43 miliar.
Kepala Misi Pendanaan IMF untuk Indonesia Thomas Rumbaugh mengatakan, pemberantasan korupsi merupakan tujuan yang telah ditanamkan oleh pemerintah untuk menghilangkan hambatan dalam mengundang arus investasi masuk ke dalam negeri.
Saat ini investasi asing meningkat 46% di Indonesia dalam 6 bulan pertama. Demikian juga dengan pasar saham yang terus meningkat kuat.
Bahkan sebuah survei para pemimpin bisnis dari 523 perusahaan di Inggris telah menempatkan Indonesia di peringkat keempat setelah China, Vietnam, dan India sebagai tujuan investasi selama 2 tahun ke depan. (dnl/dro)










































