Menurut Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, seluruh opsi pembatasan konsumsi BBM bersubsidi yang digodok pemerintah, secara teknis akan sulit diterapkan di lapangan.
"Pemerintah ini nyalinya kecil, mencari berbagai untuk mengurangi konsumsi BBM bersubsidi, tapi sulit untuk diterapkan. Seharusnya pemerintah yang tegas memutuskan mobil pribadi tidak boleh pakai BBM bersubsidi," ujar Tulus saat berbincang dengan detikFinance, Jumat (17/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masa tarif kereta api ekonomi yang digunakan masyarakat kelas bawah akan dinaikkan, sementara mobil pribadi masih disubsidi. Lalu di mana keberpihakan pemerintah?" katanya.
Tulus menilai BBM bersubsidi sebenarnya hanya layak dikonsumsi oleh transportasi umum sehingga seluruh kendaraan pribadi termasuk motor seharusnya dilarang untuk menggunakan solar dan premium. Saat ini, 70 persen BBM bersubsidi habis dikonsumsi oleh kendaraan roda dua itu.
"Tapi karena pemilik motor belum tentu orang mampu dan secara politis ini juga sulit direalisasikan dalam waktu dekat, maka sebaiknya mobil pribadi dulu yang dilarang, baru motor. Jadi mau tidak mau memang harusnya kendaraan umum saja yang disubsidi," jelasnya. (epi/dnl)










































