"Persoalannya bukan pergantian direksi, tapi perlu diselidiki apakah (listrik) padam karena sistem yang tidak handal atau ada unsur lainnya," kata Ketua Komisi VI DPR Airlangga Hartarto kepada detikFinance, Minggu (19/9/2010).
Menurutnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) operator bandara itu harus mengkonsolidasikan manajemen dengan lebih baik lagi. "Direksi baru saja diangkat oleh karenanya perlu mengkonsolidasikan manajemen. Bandara perlu dikelola secara lebih profesional," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak manajemen AP II memastikan gangguan listrik selama 16 menit itu tidak mengganggu pelayanan dan pergerakan penumpang dan lalu lintas udara beroperasi normal, tidak ada delay akibat terganggunya listrik.
Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi tahun ini, sebelumnya listrik bandara internasional itu juga padam di awal Agustus lalu. Listrik tersebut mati akibat terjadi arus pendek pada sistem kelistrikan di bandara tersebut yang terletak di bawah jalur pacu.
Untuk mengatasi hal ini, pihak AP II sendiri telah melakukan kerjasama dengan PT PLN (Persero) untuk mengurus sistem kelistrikan di Bandara Soekarno Hatta.
Bukan hanya sistem kelistrikan yang bermasalah, bandara internasional itu juga sempat mengalami gangguan sistem radar, masih di bulan yang sama.
Peralatan yang digunakan Bandara Soekarno-Hatta saat ini tergolong sudah tua. Masih dipakai sejak bandara itu dibangun pada tahun 1986 dan terakhir upgrade pada tahun 1996.
(ang/wep)











































