Listrik Bandara Mati, Menteri BUMN 'Semprot' Direksi AP II

Listrik Bandara Mati, Menteri BUMN 'Semprot' Direksi AP II

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 20 Sep 2010 13:07 WIB
Listrik Bandara Mati, Menteri BUMN Semprot Direksi AP II
Jakarta - Menteri BUMN Mustafa Abubakar cukup geram atas kembali matinya listrik Bandara Soekarno-Hatta. Dirinya langsung menyemprot habis Direksi PT Angkasa Pura II (AP II) karena kejadian tersebut.

"Ini sudah lebih dari teguran, sudah saya telepon langsung. Jadi kalau disebut tidak ada teguran kaget saya. Sudaha saya panggil dan saya semprot habis. Siapa bilang tidak ada teguran," katanya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/9/2010).

Meskipun begitu, Mustafa mengatakan posisi direksi AP II masih aman. Pemerintah akan mengevaluasi kesalahan yang terjadi sehingga menyebabkan insiden di bandara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mustafa mengatakan, hari ini Kementerian BUMN sudah memanggil direksi AP II dan PT PLN (Persero) untuk rapat bersama terkait dengan pengelolaan listrik di bandara internasional tersebut. Hal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi terhadap laporan yang sudah diserahkan keduanya sehari setelah mati listrik.

"Hari ini saya tanya langsung. Saya mau konfirmasi sejauh mana tingkat kelalaian atau kesalahan baik di Angkasa Pura II maupun di PLN," jelasnya.

Mustafa memastikan belum ada perombakan untuk direksi AP II terkait insiden tersebut. Pemerintah hanya akan melakukan evaluasi dan menyiapkan sanksi.

"Jangan dulu pancing-pancing (pergantian direksi) seperti itulah, kita kan punya norma punya aturan. Pasti dong (sanksi), ini antara lain saya minta apakah manajemennya atau level di bawahnya yang bertanggung jawab," jelasnya.

Seperti diketahui, pada Jumat kemarin (17/9/2010) pukul 12.35-12.51 WIB, listrik di Bandara Soekarno-Hatta kembali mengalami pemadaman.

Pihak manajemen AP II memastikan gangguan listrik selama 16 menit itu tidak mengganggu pelayanan dan pergerakan penumpang dan lalu lintas udara beroperasi normal, tidak ada delay akibat terganggunya listrik.

Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi tahun ini, sebelumnya listrik bandara internasional itu juga padam di awal Agustus lalu. Listrik tersebut mati akibat terjadi arus pendek pada sistem kelistrikan di bandara tersebut yang terletak di bawah jalur pacu.

Untuk mengatasi hal ini, pihak AP II sendiri telah melakukan kerjasama dengan PT PLN (Persero) untuk mengurus sistem kelistrikan di Bandara Soekarno Hatta.

Bukan hanya sistem kelistrikan yang bermasalah, bandara internasional itu juga sempat mengalami gangguan sistem radar, masih di bulan yang sama.

Peralatan yang digunakan Bandara Soekarno-Hatta saat ini tergolong sudah tua. Masih dipakai sejak bandara itu dibangun pada tahun 1986 dan terakhir upgrade pada tahun 1996.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads