"Tambahan sekitar Rp 83 miliar dari Rp 154 miliar, maka jumlah perusahaannya bisa sampai 200 perusahaan," kata Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka (ILMTA) Kementerian Perindustrian Ansari Bukhari di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2010)
Ansari menjelaskan tambahan Rp 83 miliar tersebut sudah termasuk untuk alokasi anggaran restrukturisasi mesin alas kaki dan industri penyamakan kulit. Namun jika dilihat dari karakter industrinya, sektor alas kaki relatif memiliki permesinan yang lebih muda dengan industri tekstil karena umumnya dijalani oleh perusahaan besar dengan buyer bermerek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui peminat program restrukturisasi mesin industri TPT tahun 2010 di luar dugaan. Jumlah peminat menembus 202 perusahaan dari perkiraan pemerintah yang hanya 100 perusahaan, padahal anggaran yang disiapkan hanya Rp 144 miliar.
Kementerian Perindustrian mencatat selama periode pendaftaran program restrukturisasi mesin tekstil selama 29 Maret-30 Juni 2010 telah terdaftar 202 industri TPT dengan perkiraan investasi Rp 2,33 triliun dengan bantuan senilai Rp 212,66 miliar atau 147% dari anggaran yang tersedia atau mengalami kekurangan Rp 68,31 miliar
Sehingga ada 91 industri TPT peserta program restrukturisasi mesin masuk dalam katagori wisaiting lt. Rencananya perusahaan ini akan masuk dalam program restrukturisasi tahun 2011.
Program restrukturisasi mesin TPT selama 2007-2009 telah memberikan bantuan sebesar Rp 507,77 miliar dengan realisasi investasi mesin baru sebesar Rp 4,9 triliun.
Setidaknya telah mendorong tambahan tenaga kerja sebanyak 46.902 orang dalam kurun waktu tersebut dengan berdampak pada penghematan energi 6-18% dan peningkatan produktivitas 7-17%.
(hen/dnl)











































