"Pertamina tidak siap karena alasan teknis, tidak begitu pola pikirnya. Harus siap!," ujar Hatta saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (20/9/2010).
Hatta meminta agar penerapan pembatasan konsumsi premium bagi kendaraan tertentu dibedakan antara kebijakan dengan teknis pelaksanaan. Jangan dianggap seakan-akan pemerintah tidak jadi menerapkan itu hanya karena alasan teknis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menilai dengan pembatasan konsumsi BBM subsidi bagi kalangan tertentu merupakan kebijakan yang bijak.
Uang triliunan rupiah per tahun dari penghematan, lanjutnya, bisa digunakan untuk pembenahan infrastruktur. Oleh sebab itu, pemrintah mengharapkan seluuh masyarakat dapat mengerti akan konsep pemikiran tersebut.
"Jadi harus siap. Mungkin diperlukan bertahap, tapi kembali saya katakan ini adalah wacana yang baik. Jadi kebijakan ini dilempar ke masyarakat untuk memberikan penilaian bagaimana bagusnya," jelasnya.
Mengenai rencana pembatasan konsumsi bagi kendaraan 2005 ke atas, Hatta menyatakan belum opsi tersebut belum diputuskan.
Hatta meminta masyarakat bersabar dan dia berjanji kalau benar kebijakan ini jadi diterapkan, tentu dana penghematan yang ada bisa dipakai untuk pembenahan infrastruktur, sarana publik seperti transportasi dan juga kelistrikan.
"Setelah dihemat, tentu saja ini semua akan baik," tandasnya.
(nia/dnl)











































