Inflasi 2,78% Sulit Terulang

Inflasi 2,78% Sulit Terulang

- detikFinance
Selasa, 21 Sep 2010 08:15 WIB
Jakarta - Indonesia tidak akan pernah mengalami inflasi di bawah 5% jika menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 6%. Inflasi seperti tahun 2009 yang sebesar 2,78% akan sulit dicapai kembali.

Kepala Badan Pusat Statistik Rusman Heriawan menjelaskan, inflasi yang rendah pada tahun 2009 terjadi karena perekonomian dunia sedang kontraksi akibat krisis ekonomi tahun 2008. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang juga rendah, hanya 4,5%.

"Peristiwa 2009 dimana inflasi 2,78% akan sulit kita capai. Pada 2009, inflasi 2,78% dilatarbelakangi krisis. Pertumbuhan cuma 4,5%, dunia kontraksi, harga komoditas rendah. Baru sekali imported inflation justru positif dan menurunkan inflasi," ujar Rusman dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (20/9/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rusman mencatat selama 10 tahun belakangan ini, tidak akan terjadi inflasi di bawah 5% jika pertumbuhan ekonominya di atas 6%.

"Tapi dari pengalaman 10 tahun ini, kalau menargetkan pertumbuhan di atas 6%, tidak pernah terjadi inflasi di bawah 5%," ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Rusman, dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3% pada tahun 2011, inflasi sebesar 5,3% merupakan target yang optimistis. Apalagi dengan keadaan perekonomian dunia yang masih menggeliat sehingga dapat memengaruhi imported inflation.

"Kalau 2011, pertumbuhan 6,3%, maka inflasi 5,3% sudah termasuk terlalu optimis. Apalagi semua negara berusaha memperbaiki ekonomi, dan kecenderungan harga komoditas naik. Ini boleh jadi akan memengaruhi imported inflasi," tandasnya.

(nia/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads