PLN Hemat Konsumsi BBM 4 Juta KL di 2011

PLN Hemat Konsumsi BBM 4 Juta KL di 2011

- detikFinance
Selasa, 21 Sep 2010 11:10 WIB
Jakarta - PT PLN (Persero) memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang digunakan untuk pengoperasian pembangkit miliknya akan turun 3-4 juta kiloliter (KL) pada tahun 2011.

Direktur Energi Primer PLN, Nur Pamudji menyatakan konsumsi BBM perseroan pada tahun 2011 akan berada di level 5-6 juta KL dalam setahun. Sementara sepanjang tahun ini, pembangkit milik perusahaan listrik pelat merah tersebut diprediksikan menggunakan BBM sebanyak 9 juta KL.

"Jadi penurunannya sekitar 3-4 juta KL, tapi ini belum diputuskan. Semua masih dibahas," kata Nur Pamudji saat berbincang dengan detikFinance, Selasa (21/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia, penurunan ini seiring dengan mulai beroperasinya sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di pulau Jawa, yang masuk dalam proyek 10.000 megawatt (MW) tahap I pada tahun ini dan tahun depan.

"Pada tahun depan, hampir semua PLTU yang di Jawa sudah beroperasi," katanya.

Adapun pembangkit-pembangkit di Pulau Jawa yang akan beroperasi pada tahun 2010 yaitu PLTU Suralaya (625 MW), PLTU Indramayu (900 MW), PLTU Rembang (630 MW), dan PLTU Paiton 7 (660 MW).Β  Sementara pada tahun 2011, pembangkit lain yang akan beroperasi adalah PLTU Lontar (945 MW), PLTU Pelabuhan Ratu (1.050 MW), PLTU Pacitan (630 MW), dan PLTU Cirebon (660 MW).

Berdasarkan data Rencana Umum Pembangunan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2010-2019 yang dikutip detikFinance menunjukkan pengoperasian sejumlah PLTU telah membuat konsumsi batubara pada tahun 2011 akan bertambah sekitar 10 juta ton dari 38,234 juta ton pada tahun ini menjadi 48,912 juta ton batu bara per tahun.

Sementara untuk konsumsi BBM, perusahaan listrik pelat merah tersebut akan turun menjadi 5,1 juta KL yang terdiri dari solar (High Speed Diesel/HSD) sebanyak 3.694 juta KL dan minyak bakar (Marine Fuel Oil/MFO) sebesar 1,407 juta KL.

Dari waktu ke waktu, konsumsi batubara PLN terus meningkat hingga puncaknya pada tahun 2019 mencapai 106,261 juta ton. Kondisi ini berbanding terbalik dengan rencana penggunaan BBM yang terus turun menjadi 2,739 juta KL pada tahun 2019.

(epi/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads