Seperti diketahui, Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) AS mengatakan, perekonomian AS secara resmi sudah berhasil keluar dari resesi sejak Juni 2009. NBER mencatat resesi di AS berlangsung selama 18 bulan, atau merupakan resesi terpanjang sejak perang dunia II.
Namun NBER menegaskan, perekonomian AS belum berhasil mencapai level yang sama dibandingkan ketika sebelum mengalami resesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Resesi di AS yang dipicu buruknya investasi surat berharga berbasis hipotek itu sebelumnya telah menjerumuskan sekitar 8 juta warga AS menjadi pengangguran.
Presiden Obama menegaskan, pernyataan NBER soal resesi yang sudah berakhir itu menjadi sedikit pelipur lara bagi jutaan warga yang masih menjadi pengangguran.
"Meski para ekonom mengatakan resesi secara resmi sudah berakhir tahun lalu, namun tidak salah lagi bagi jutaan warga yang masih menganggur, warga yang harus menghadapi penurunan nilai properti, warga yang masih harus berjuang membayar tagihannya tiap hari, semua itu masih nyata bagi mereka," urai Obama.
Pengumuman dari NBER itu sebenarnya sudah banyak diperkirakan para ekonom. Resesi boleh berakhir, namun kini yang perlu dipertanyakan adalah seberapa lama proses pemulihannya.
"Yang penting sekarang adalah berapa lama proses pemulihan berlangsung. Rintangan untuk resesi kedua terlalu tinggi untuk digapai," ujar Augustine Faucher dari Economy.com Moody's.
Resesi di AS diperhitungkan oleh 7 anggota panel NBER. Hal ini berbeda dengan negara-negara lain, di mana resesi diartikan sebagai minusnya pertumbuhan ekonomi selama dua kuartal berturut-turut.
NBER belum bisa memperhitungkan seberapa dalam resesi di AS. Namun NBER bisa mengkonfirmasi resesi di AS lebih lama dibandingkan pada tahun 1973 dan 1981, ketika resesi berlangsung selama 16 bulan. (qom/dnl)











































