Hal ini disampaikan oleh Dirjen Mineral Batubara dan Panas Bumi Bambang Setiawan saat ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/9/2010).
"Tahun depan, 58,6 juta ton," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isinya (Permen) patokan harga batubara, harga komoditi. Dengan demian PLN punya payung hukum. Jadi, dia nggak harus beli yang kualitas rendah, kontrak bisa saja harga murah dengan kualitas rendah. Tapi dengan patokan batubara ini dia (PLN) terlindungi," ujarnya.
Bambang menyatakan permen ini diupayakan akan keluar sesegera mungkin. "Bentar lagi keluar permen-nya," tandas Bambang.
(nia/dnl)











































