100 BUMN akan Unjuk Gigi di IBBEX 2010

100 BUMN akan Unjuk Gigi di IBBEX 2010

Herdaru Purnomo - detikFinance
Selasa, 21 Sep 2010 14:11 WIB
100 BUMN akan Unjuk Gigi di IBBEX 2010
Jakarta - Kementerian BUMN akan menggelar BUMN Expo and Conference (IBBEX) 2010. Rencananya acara tersebut akan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan 100 BUMN akan menjadi peserta acara dalam 3 tahunan tersebut.

Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengatakan, IBBEX 2010 akan digelar pada 23-24 November 2010.

"Konferensi tersebut merupakan forum bisnis yang penting bagi para pimpinan BUMN dan mitra usahanya untuk evaluasi, membahas dan merumuskan langkah strategis dalam rangka peningkatan daya saing peran dan kontribusinya terhadap BUMN kini dan ke depan," ujar Said dalam konferensi persnya di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (21/09/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Said menambahkan, pameran ini merupakan sebuah bentuk kesiapan BUMN sebagai motor utama pembangunan nasional.

"Karena goal yang ingin kita capai dan tunjukkan adalah sebenarnya kekuatan BUMN melalui sinergi BUMN. Dan nantinya seluruh stakeholders memberi masukan kepada BUMN termasuk juga Kementerian BUMN dan kita harapkan timbul semangat baru dan visi BUMN sebagai instrumen negara untuk kesejahteraan rakyat," paparnya.

IBBEX 2010 merupakan kelanjutan dan pengembangan dari IBBEX 2007 dengan jumlah peserta pameran yang lebih banyak dan menempati area yang lebih luas serta pembahasan topik-topik konferensi yang lebih terfokus dalam sesi-sesi diskusi panel.

Narasumber konferensi untuk Plenary Session terdiri dari mantan Menteri BUMN yakni Tanri Abeng, Sugiharto, Sofyan Djalil. Sedangkan narasumber untuk diskusi panel terdiri dari pejabat, tokoh usaha terkemuka dan pakar dibidangnya. Keempat sektor yang akan dibahas dalam diskusi panel adalah pertambangan dan energi, keuangan dan perbankan, agro industri dan logistik.

Said menambahkan, dalam acara tersebut akan dilakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Perumahan Rakyat (Menpera) dalam rangka percepatan perumahan.

"Kemudian dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam rangka pembinaan narapidana atau tempat sosialisasi mereka. Kemudian dilakukan penyerahan beasiswa Kementerian Pendidikan Nasional ke-20 perguruan tinggi yang nilainya mendekati Rp 100 miliar," tuturnya.

(dru/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads