PT Pertamina (Persero) memperkirakan penjualan BBM bersubsidi di wilayah Jawa dan Bali tahun ini akan membengkak hingga 1,2 juta kiloliter, jika rencana pembatasan konsumsi BBM jenis tertentu tidak jadi diterapkan.
"Pembatasan BBM bersubsidi dilakukan karena kita sudah berhitung hingga akhir 2010 akan lewat (over kuota). Untuk skala nasional akan lewat 1,8 juta KL. Kalau di Jawa Bali saja akan kelebihan 1,2 juta KL," ujar General Manager Pertamina retail BBM region III, Hasto Wibowo dalam diskusi di Jakarta, Selasa (21/9/2010).
Sementara, untuk wilayah DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat yang berada di bawah pengawasan Unit Pemasaran (UPMS) Region III, Hasto memproyeksikan akan terjadi kelebihan penjualan sebesar 600.000 KL atau sepertiga dari angka nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, lanjut dia, saat ini perusahaan migas pelat merah tersebut belum bisa melakukan eksekusi kebijakan itu, karena mekanismenya sendiri masih digodok oleh para stakeholder.
Mengingat akan banyak implikasi yang bakal terjadi akibat kebijakan tersebut seperti pengelompokan (clustering) lokasi SPBU, kesiapan suplai dan infrastruktur SPBU.
Apalagi kebijakan itu juga masih terkendala payung hukum sehingga pertamina tidak bisa sembarang mnegeksekusi kebijakan ini.
"Kita belum pegang suratnya, Apakah kebijakan nanti akan diterapkan berlaku pada semua konsumen atau pelat hitam yang mobilnya diproduksi pada tahun 2005 ke atas. Pemerintah, BPH Migas dan Pertamina masih mengevaluasi dan mengelaborasi mana terbaik."
Namun, imbuh dia, jika pemerintah telah memutuskan untuk menerapkan kebijakan ini di wilayah UPMS III, maka Pertamina siap melaksanakannya.
Saat ini UPMS region III sendiri sudah memiliki mencapai 1.336 SPBU, dimana dari jumlah tersebut baru 700 SPBU yang menjual Pertamax.
Untuk menutupi kebutuhan konsumsi pertamax yang meningkat akibat kebijakan itu, lanjut dia, maka Pertamina akan segera mengganti dispenser-dispenser yang menjual premium dengan pertamax.
"Apabila ada SPBU yang tidak menjual pertamax maka tangki timbun dengan dispensernya kita switching pertamax," katanya.
"Jadi concern dari Pertamina jangan sampai harus wilayah dibatasi lalu tidak ada pertamax. Kita sudah mempersiapkan tahapannya. Kalau suplai tidak ada masalah. perangkat sudah tersedia," tegasnya.
(epi/ang)











































