"Tidak boleh hingga empat kali. Kalau terjadi lagi, tidak ada ampun. Pokoknya nggak boleh lengah," ujar Mustafa ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/09/2010).
Seperti diketahui, pada Jumat kemarin (17/9/2010) pukul 12.35-12.51 WIB, listrik di Bandara Soekarno-Hatta kembali mengalami pemadaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi tahun ini, sebelumnya listrik bandara internasional itu juga padam di awal Agustus lalu. Listrik tersebut mati akibat terjadi arus pendek pada sistem kelistrikan di bandara tersebut yang terletak di bawah jalur pacu.
Untuk mengatasi hal ini, pihak AP II berencana bekerjasama dengan PLN untuk mengurus sistem kelistrikan di Bandara Soekarno Hatta.
Bukan hanya sistem kelistrikan yang bermasalah, bandara internasional itu juga sempat mengalami gangguan sistem radar, masih di bulan yang sama. Jadi sudah 3 kali kesalahan dilakukan.
Peralatan yang digunakan Bandara Soekarno-Hatta saat ini tergolong sudah tua. Masih dipakai sejak bandara itu dibangun pada tahun 1986 dan terakhir upgrade pada tahun 1996.
Mustafa menuturkan, pihaknya telah memanggil seluruh jajaran Angkasa Pura II, baik komisaris maupun direksi termasuk direksi PLN. "Nah di situ ternyata pihak Angkasa Pura menjelaskan pemadaman terjadi akibat kondisi peralatan yang sudah tua," tuturnya.
Maka dari itu, lanjut Mustafa kewaspadaan perlu ditingkatkan oleh AP II. "Jangan sampai kecolongan lagi jadi di mana celah untuk kembali terulang (pemadaman listrik), harus ditemukan," tegasnya.
(dru/dnl)
