Menteri BUMN Beri Dispensasi 4 Kali ke Direksi AP II

Menteri BUMN Beri Dispensasi 4 Kali ke Direksi AP II

- detikFinance
Selasa, 21 Sep 2010 15:56 WIB
Jakarta - Setidaknya sudah 3 kali kesalahan fatal dilakukan oleh Direksi PT Angkasa Pura II (AP II), namun posisi mereka masih aman. Menteri BUMN Mustafa Abubakar memberikan dispensasi 4 kali buat Direksi tersebut.

"Tidak boleh hingga empat kali. Kalau terjadi lagi, tidak ada ampun. Pokoknya nggak boleh lengah," ujar Mustafa ketika ditemui di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (21/09/2010).

Seperti diketahui, pada Jumat kemarin (17/9/2010) pukul 12.35-12.51 WIB, listrik di Bandara Soekarno-Hatta kembali mengalami pemadaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihak manajemen AP II memastikan gangguan listrik selama 16 menit itu tidak mengganggu pelayanan dan pergerakan penumpang dan lalu lintas udara beroperasi normal, tidak ada delay akibat terganggunya listrik.

Insiden ini merupakan kedua kalinya terjadi tahun ini, sebelumnya listrik bandara internasional itu juga padam di awal Agustus lalu. Listrik tersebut mati akibat terjadi arus pendek pada sistem kelistrikan di bandara tersebut yang terletak di bawah jalur pacu.

Untuk mengatasi hal ini, pihak AP II berencana bekerjasama dengan PLN untuk mengurus sistem kelistrikan di Bandara Soekarno Hatta.

Bukan hanya sistem kelistrikan yang bermasalah, bandara internasional itu juga sempat mengalami gangguan sistem radar, masih di bulan yang sama. Jadi sudah 3 kali kesalahan dilakukan.

Peralatan yang digunakan Bandara Soekarno-Hatta saat ini tergolong sudah tua. Masih dipakai sejak bandara itu dibangun pada tahun 1986 dan terakhir upgrade pada tahun 1996.

Mustafa menuturkan, pihaknya telah memanggil seluruh jajaran Angkasa Pura II, baik komisaris maupun direksi termasuk direksi PLN. "Nah di situ ternyata pihak Angkasa Pura menjelaskan pemadaman terjadi akibat kondisi peralatan yang sudah tua," tuturnya.

Maka dari itu, lanjut Mustafa kewaspadaan perlu ditingkatkan oleh AP II. "Jangan sampai kecolongan lagi jadi di mana celah untuk kembali terulang (pemadaman listrik), harus ditemukan," tegasnya.
(dru/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads