Dengan adanya tambahan pasokan gas tersebut maka konsumsi BBM perusahaan listrik pelat merah itu akan berkurang dan akan ada penghematan sekitar Rp 2,53 triliun.
"Dampak dari potensi tambahan gas dapat mengurangi biaya bahan bakar sekitar 2,53 triliun," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian ESDM, Luluk Sumiarso dalam paparannya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, gas dari lapangan Jabung akan mulai masuk pada Januari 2011 dan Lapangan Singa baru mulai dialirkan pada Juli 2011. Sementara Jambi Merang pada Juni 2011.
"Tambahan pasokan gas itu akan digunakan untuk bahan bakar pembangkit PLN yang berlokasi di Jawa bagian barat dan Jawa bagian timur," jelasnya.
Lebih lanjut Luluk menjelaskan, selain mendapatkan tambahan pasokan gas dari tiga lapangan tersebut, BUMN listrik itu juga mengandalkan pasokan gas alam cair (LNG) yang berasal dari receiving floating storage terminal yang akan dibangun oleh PT Nusantara Regas
FSRT dengan kapasitas 240 MMSCFD ditargetkan akan selesai pada September 2011. "Kalau itu masuk pada Oktober 2011 maka akan berpotensi menurunkan biaya sekitar Rp 2,3 triliun," tambahnya.
(epi/dnl)










































